Luwu Utara, SulbarKini.Com-Sebanyak 3.542 ekor ternak babi milik warga tiba-tiba mati akibat terjangkit virus di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Luwu Utara, Kaswanto mengatakan berdasarkan data pertanggal 1 Mei 2023 ternak babi milik warga yang mati sebanyak 3.542 ekor tersebar di tiga kecamatan. Masing-masing Kecamatan Mappedeceng yakni, Desa Mekar Jaya 1.870 ekor, Desa Cendana Putih Satu 16 ekor dan Desa Cendana Putih Dua 30 ekor.
Kecamatan Sukamaju, Desa Minanga Tallu 16 ekor, Desa Sukamaju 397 ekor. Sementara Kecamatan Sukamaju Selatan, Desa Subur 13 ekor dan Desa Rawamangun 1.200 ekor.
“Ini data sementara yang kami terima jumlah babi yang mati sebanyak 3.542 ekor yang tersebar di tiga kecamatan di Luwu Utara ,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (2/5/2023).
Dikatakan bahwa babi yang mati sudah diambil sampelnya lalu dibawa ke laboratorium Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Balai Besar Veteriner Maros, Sulawesi Selatan untuk memastikan virus yang menjangkiti ternak babi.
“Kita masih menunggu, mudah-mudahan dalam waktu dekat hasil sudah keluar,” ujarnya.
Sementara petugas peternakan Kecamatan Sukamaju-Kecamatan Sukamaju Selatan Muh Sahril mengatakan dengan adanya kejadian ini memberikan himbauan kepada para peternak babi. Pertama memberikan edukasi kepada peternak babi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit.
Kedua membagikan desinfektan kepada peternak untuk dilakukan penyemprotan ternak babi dan kandang untuk memutus rantai penyebaran virus. Ketiga memisahkan ternak sakit dengan yang sehat.
“Keempat ternak babi yang mati agar di tanam jangan dibuang di sungai dan
terhadap ternak yang masih sehat dilakukan pengobatan dan pemberian vitamin,” imbuhnya.








