SulbarKini.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sekitar 3 hektare area di Dusun Rantedambu, Desa Rantetanga, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, pada Senin malam, 7 September 2026.
Kepolisian Resor Mamasa masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Dugaan sementara mengarah pada adanya aktivitas manusia setelah seorang saksi mengaku mendengar suara sepeda motor dan melihat seseorang meninggalkan lokasi sebelum api membesar.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Mamasa, IPTU Andi Panaungi, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 19.00 WITA. Setelah menerima laporan, Kapolres Mamasa AKBP Ariantony Utama Bangalino memerintahkan sejumlah personel untuk mendatangi lokasi dan melakukan penanganan awal.
“Polisi masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan aktivitas manusia dalam peristiwa karhutla tersebut,” kata Andi dalam keterangan tertulisnya.
Menurut dia, keterangan saksi menjadi salah satu dasar penyelidikan. Saksi menyebut sempat mendengar suara kendaraan roda dua dan melihat seseorang bergerak meninggalkan kawasan kebakaran menuju arah Tawalian sebelum api semakin membesar.
Meski demikian, polisi belum memastikan penyebab kebakaran maupun pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
“Penyebab pasti masih belum bisa dikonfirmasi. Kami masih melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi, pemeriksaan titik awal api, serta aktivitas yang terjadi di sekitar lokasi sebelum kebakaran,” ujar Andi.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.50 WITA setelah petugas gabungan melakukan upaya pemadaman selama hampir empat jam. Proses pemadaman melibatkan personel Polres Mamasa, Kodim 1428 Mamasa, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Mamasa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah desa, serta warga setempat.
Petugas Damkar memfokuskan penyemprotan pada sejumlah titik yang berada dekat dengan permukiman warga untuk mencegah api kembali meluas.
Saat ini, tim gabungan masih melakukan pemantauan di lokasi guna memastikan tidak ada bara api yang kembali muncul. Kepolisian juga melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran.
Polres Mamasa mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca dan vegetasi yang kering. Warga diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap.








