News  

31 Rumah Rusak Diterjang Banjir Bandang dan Longsor di Mamasa, BPBD Tetapkan Siaga Darurat

Foto : ist.
Foto : ist
WA Channel

SulbarKini.com – Bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, secara beruntun dalam dua hari terakhir. Akibat bencana tersebut, dua kecamatan terdampak yakni Kecamatan Aralle dan Kecamatan Sumarorong, dengan total 31 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.

Banjir dan longsor pertama kali terjadi di Kecamatan Aralle pada Jumat sore (15/5). Dua desa terdampak yakni Desa Hahangan dan Desa Uhaillano. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan sungai meluap dan material longsor menutup badan jalan.

Tak hanya itu, pada hari Sabtu kemarin (16/5) banjir bandang juga menerjang permukiman warga di Kecamatan Sumarorong. Arus sungai yang deras sempat membuat panik warga karena air tiba-tiba masuk ke kawasan permukiman. Sejumlah warga bahkan dilaporkan sempat terjebak di dalam rumah mereka saat banjir terjadi.

Selain merusak rumah warga, longsor juga menutup akses jalan poros Mamuju–Mamasa yang berada di Desa Uhaillano, Kecamatan Aralle. Material longsoran berupa tanah, batu dan pohon tumbang menyebabkan arus transportasi lumpuh sementara.

“Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut menyebabkan kerugian material yang cukup besar,” ungkap Kepala BPBD Mamasa Alfredi Toding, saat dikonfirmasi, Minggu (17/5/2026) pagi.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamasa, sebanyak 31 rumah warga mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor. Rinciannya, delapan rumah rusak berada di Kecamatan Sumarorong dan 23 rumah lainnya berada di Kecamatan Aralle.

Kepala BPBD Mamasa, Alfredi Toding, mengatakan pihaknya telah menetapkan status siaga darurat bencana menyusul meningkatnya dampak banjir dan longsor di wilayah tersebut.

“Saat ini sejumlah warga yang rumahnya terdampak masih mengungsi sementara di rumah kerabat maupun keluarga yang berada di lokasi aman,” kata Kepala BPBD Mamasa.

BPBD Mamasa bersama pemerintah daerah juga masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap dampak bencana, sekaligus menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak berupa tenda dan makanan siap saji.

Pemerintah mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai agar tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah Mamasa masih cukup tinggi.

- GNFI Network -