SulbarKini.com – Sebanyak 36.000 kepala keluarga (KK) di Sulawesi Barat hingga kini belum memiliki sambungan listrik PLN secara mandiri. Kondisi tersebut mendorong Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Barat memperkuat kolaborasi dengan PT PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulbar untuk mempercepat pemerataan akses listrik bagi masyarakat kurang mampu.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan antara Dinas ESDM Sulbar dan PLN UP2K Sulbar yang berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas ESDM Sulbar, Rabu (9/9/2026). Pertemuan dipimpin Kepala Dinas ESDM Sulbar Bujaeramy Hassan dan dihadiri Manager PLN UP2K Sulbar Heryanto Sampealang bersama jajaran pejabat Dinas ESDM.
Dalam pertemuan itu, Dinas ESDM Sulbar meminta dukungan PLN untuk menyukseskan Program PELITA Sulbar (Penerangan Listrik Terang dan Akses), program unggulan pemerintah daerah yang ditujukan untuk membantu masyarakat miskin mendapatkan akses listrik.
Bujaeramy mengatakan, keterbatasan anggaran pemerintah menjadi salah satu tantangan dalam mempercepat program elektrifikasi bagi masyarakat kurang mampu. Karena itu, dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan PLN.
“Saat ini masih terdapat sekitar 36.000 kepala keluarga di Sulawesi Barat yang belum memiliki sambungan listrik PLN sendiri. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri karena keterbatasan anggaran. Dibutuhkan kolaborasi agar masyarakat yang membutuhkan dapat segera menikmati listrik,” kata Bujaeramy.
Menurut dia, dukungan PLN sangat penting terutama dalam aspek teknis, mulai dari memastikan ketersediaan jaringan hingga proses penyambungan listrik di lokasi sasaran.
Menanggapi hal tersebut, Manager PLN UP2K Sulbar Heryanto Sampealang menyatakan kesiapan PLN untuk mendukung program tersebut sesuai kewenangan yang dimiliki.
“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas ESDM dan pihak terkait agar aspek teknis penyambungan listrik dapat berjalan dengan baik,” ujar Heryanto.
Heryanto menjelaskan, dukungan PLN nantinya mencakup pengecekan ketersediaan jaringan listrik di lokasi sasaran program serta koordinasi dengan unit pelayanan PLN di lapangan.
Selain itu, PLN juga memiliki program Light Up The Dream, yakni program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang memberikan bantuan penyambungan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu. Program tersebut dinilai sejalan dengan tujuan PELITA Sulbar dalam memperluas akses energi bagi warga miskin.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sulbar Qamaruddin Kamil mengajak perusahaan dan pelaku usaha di Sulawesi Barat ikut terlibat dalam program tersebut.
Menurutnya, pemerintah daerah akan membuka ruang partisipasi bagi dunia usaha melalui skema gotong royong untuk membantu masyarakat yang belum menikmati listrik.
“Kami mengajak seluruh perusahaan dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam Program PELITA Sulbar. Dalam waktu dekat kami akan melakukan sosialisasi mengenai mekanisme keterlibatan mereka,” kata Qamaruddin.
Ia menambahkan, Dinas ESDM Sulbar akan menjadi koordinator program, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi.
Melalui kerja sama dengan PLN, pemerintah kabupaten, pelaku usaha, dan masyarakat, program tersebut diharapkan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan melalui peningkatan akses energi.
Pertemuan antara Dinas ESDM Sulbar dan PLN UP2K Sulbar menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat koordinasi serta menyusun langkah strategis guna mempercepat pemasangan listrik bagi masyarakat kurang mampu.
Pemerintah Sulawesi Barat menargetkan Program PELITA Sulbar menjadi salah satu instrumen dalam mendukung agenda pengentasan kemiskinan dan mewujudkan visi pembangunan Sulbar Maju dan Sejahtera.








