Mamuju, SULBARKINI.COM – Puluhan pelajar di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat lantaran diduga mengalami gejala keracunan makanan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan data Kepolisian Resor Kota Mamuju, sebanyak 21 siswa dari tingkatan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu mengalami gejala berupa mual, sakit kepala, pusing, hingga muntah-muntah.
Dua di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju karena kondisinya dinilai cukup kritis.
“Empat orang lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan dan dinyatakan membaik,” kata Kepala Seksi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir, kepada wartawan, Kamis (25/9).
Polisi dan tenaga medis masih melakukan penyelidikan terkait sumber keracunan yang diduga berasal dari menu program MBG tersebut.
Sementara itu, mekora.id melaporkan kasus dugaan keracunan MBG itu berbuntut pada penutupan dapur katering penyedia makanan. Langkah ini diambil setelah jumlah korban terus bertambah hingga mencapai 25 siswa.
Koordinator MBG Sulawesi Barat, Hasri, mengatakan dapur katering yang melayani SD Taan Galung dan SMP Negeri 1 Tapalang ditutup sementara waktu sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Sampel makanan telah dikirim ke BPOM Mamuju untuk memastikan penyebab keracunan.
“Izin Pak, dapur tutup sementara. Korban sudah berangsur membaik, tinggal menunggu hasil uji lab dari BPOM,” kata Hasri melalui pesan WhatsApp.








