Mamuju Tengah, SULBARKINI.COM -Kisah dramatis dialami lima anak buah kapal (ABK) KLM Fadil 12 yang selamat setelah lima hari terombang-ambing di laut lepas usai kapal mereka tenggelam di perairan Samarinda, Kalimantan Timur.
Salah satu korban selamat, Sapar, pria asal Makassar, menceritakan detik-detik kapal mereka karam saat mengangkut muatan batu bara menuju wilayah sekitar Balikpapan.
“Kami membawa batu bara dari Samarinda ke wilayah sekitar Balikpapan, tapi kapal tiba-tiba bocor di tengah perjalanan,” tutur Sapar, saat ditemui usai dievakuasi di Pelabuhan Babana, Mamuju Tengah.
Menurutnya, kebocoran terjadi begitu cepat hingga tak sempat diatasi. Tiga rekan mereka yang berada di ruang mesin berupaya memperbaiki kerusakan, namun kapal justru tenggelam bersama ketiganya.
“Tiga teman saya turun di kamar mesin untuk perbaikan, sementara kami berlima ada di atas. Tapi air masuk sangat cepat, kurang dari lima menit kapal langsung tenggelam,” lanjutnya.
Lima korban selamat terombang-ambing di laut selama lima hari, bertahan hidup hanya dengan memakan kepiting mentah dan sisa-sisa sampah laut yang mereka temukan.
“Kami bertahan di atas papan atap kapal yang terapung. Malam hari sangat dingin, kami susah tidur,” ungkap Sapar.
Beruntung, nasib baik berpihak kepada mereka. Pada hari kelima, kapal tugboat Ansanus yang melintas di rute Mamuju Tengah menuju Pelabuhan Babana melihat dan mengevakuasi mereka dalam kondisi lemah.
Mereke yang ditemukan selamat kemudian Dievakuasi ke Pelabuhan Babana, Mamuju Tengah.
Kelima ABK kini mendapatkan perawatan medis, dan rencananya akan segera dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Sementara tiga orang lainnya masih dalam pencarian SAR Gabungan. (Wahid)








