News  

Imbas Efisiensi Anggaran, Sandeq Silumba 2026 Hanya Digelar di Polman dan Majene

Festival Sandeq 2023. Foto: Dok. Pemprov Sulbar
WA Channel

Mamuju, SULBARKINI.COM – Dewan Pengarah Sandeq Silumba, Syamsul Samad, memastikan Sandeq Silumba tahun ini tetap digelar dengan format yang lebih sederhana dibanding tahun lalu.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat Dewan Pengarah Sandeq bersama para passandeq. Pada gelaran tahun 2025, lomba ini menempuh jarak 231 kilometer dari Pantai Bahari, Polewali Mandar, hingga berakhir di Mamuju dan ditutup dengan mengelilingi Pulau Karampuang.

Syamsul Samad menyatakan, tahun ini pelaksanaannya dipangkas menjadi lomba lokal di dua kabupaten, yakni Majene dan Polewali Mandar (Polman).

“(Sandeq Silumba) dilaksanakan lokal di dua kabupaten yaitu Majene dan Polman, hadiahnya disiapkan oleh Pemprov,” ungkap dia saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2026).

Rute Polman-Mamuju ditiadakan sebagai konsekuensi dari efisiensi anggaran dan bertambahnya jumlah peserta menjadi 95 perahu Sandeq dari sebelumnya 55 peserta. Secara otomatis, akan terjadi peningkatan pembiayaan hampir dua kali lipat dari anggaran pada tahun 2025.

Gubernur Sulbar Suhardi Duka sebelumnya memerintahkan 3 kabupaten (Polman, Majene, Mamuju) untuk alokasi masing-masing Rp1 miliar. Tetapi dana tidak cukup, dan hanya Mamuju yang bisa anggarkan Rp1 miliar.

Penyebabnya adalah keterbatasan fiskal, APBD yang dialokasikan Kabupaten Polewali Mandar untuk pagelaran ini hanya sekitar Rp400 juta, sementara Majene Rp150 juta. Jumlah yang menurutnya tidak cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan peserta passandeq.

Dengan kondisi tersebut, Pemprov Sulbar bersama Dewan Pengarah Sandeq memutuskan Sandeq Silumba tetap dilaksanakan agar tradisi dan warisan budaya bahari masyarakat Mandar tetap terjaga, meski dengan skala yang lebih terbatas.

Pelaksanaan Sandeq Silumba selama ini tidak hanya menjadi ajang olahraga tradisional, tetapi juga menjadi daya tarik pariwisata sekaligus upaya melestarikan budaya maritim khas Sulawesi Barat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

- GNFI Network -