Ditolak Keras Warga, Pemda Mamasa Paksakan Aktivasi TPA Salurano

Foto : Ist
WA Channel

SulbarKini.com – Penolakan warga terhadap rencana pengoperasian Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Salurano, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, terus berlanjut. Di tengah aksi protes yang telah berlangsung selama dua hari terakhir, Pemerintah Kabupaten Mamasa tetap paksakan untuk mengaktifkan TPA tersebut.

Sejak dua hari terakhir, 23-24 Juli 2026, sejumlah warga dari Desa Malabo dan Desa Salurano bertahan di sekitar jalan masuk menuju lokasi TPA. Mereka mendirikan blokade sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pemerintah mengoperasikan kembali tempat pembuangan sampah tersebut.

Warga menilai lokasi TPA berada terlalu dekat dengan kawasan permukiman sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Selain mengganggu kualitas udara akibat bau sampah, masyarakat juga mengkhawatirkan pencemaran sumber air serta dampak kesehatan yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Menurut warga, pemerintah seharusnya lebih mengedepankan keselamatan masyaraka dan mempertimbangkan lokasi alternatif yang lebih layak.

Meski penolakan terus berlangsung, Pemerintah Kabupaten Mamasa tetap berupaya membuka akses menuju lokasi TPA. Sejumlah personel TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dikerahkan untuk mengamankan proses pembukaan jalan yang sebelumnya ditutup warga.

Dalam sejumlah video yang diperoleh media ini pada Jumat (24/7), terlihat warga berusaha menghalangi kendaraan yang akan masuk ke lokasi TPA membuang sampah. Aparat keamanan kemudian berupaya membuka akses jalan sehingga terjadi kericuhan aksi saling dorong antara warga dan petugas tak terhindarkan bahkan ada sejumlah warga yang mengaku terluka.

Meski demikian warga tegas akan terus memperjuangkan aspirasi mereka agar pemerintah membatalkan pengoperasian TPA di Desa mereka.

- GNFI Network -