PASANGKAYU, SULBARKINI.COM – Musim kemarau panjang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Di Desa Saptanajaya dan Tammarunang, Kecamatan Duripoku, warga mengaku harus membeli air bersih dengan biaya sekitar Rp150 ribu hingga Rp500 ribu sekali pengisian tandon. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Bulumario, Patika dan Kumasari, Kecamatan Sarudu.
Anggota DPRD Pasangkayu, Robin Candra Hidayat (RCH), mengatakan kondisi tersebut disaksikannya langsung saat turun ke lapangan.
“Saya turun dan saksikan langsung, termasuk orang tua saya dan saya sendiri,” kata Robin kepada awak media, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, tidak semua warga mampu membeli air. Sebagian masyarakat terpaksa mencari sumber air yang lebih jauh, termasuk ke sungai.
“Warga beli sendiri-sendiri air bersih Rp150-500 ribu sekali isi. Ada juga yang langsung pergi jauh ke sungai karena tidak punya uang,” ujarnya.
Robin menyebut bantuan air bersih dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V Mamuju sempat disalurkan selama sekitar tiga hari. Setelah armada kembali ke Mamuju, warga kembali memenuhi kebutuhan air secara mandiri.
Kondisi kekurangan air juga dirasakan sejumlah sekolah dan rumah ibadah yang membutuhkan pasokan air untuk aktivitas sehari-hari.
SPAM Diharapkan jadi solusi persoalan ini kembali menyoroti proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Saptanajaya yang dibangun dengan anggaran APBD hampir Rp3 miliar.
Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi solusi penyediaan air bersih bagi masyarakat. Namun, saat kemarau, warga masih mengeluhkan kesulitan mendapatkan air dan harus membeli secara mandiri.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap SPAM tersebut. Jika terdapat kendala teknis, diharapkan dapat segera diperbaiki sehingga fasilitas yang telah dibangun bisa kembali dimanfaatkan secara optimal.
Selain penyaluran bantuan air saat kondisi darurat, warga juga berharap adanya solusi jangka panjang agar persoalan kekurangan air bersih tidak terus berulang setiap musim kemarau. (Red)








