
Sulbar Kini, Mamuju – Warga Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) kian dirundung pilu akibat bencana alam yang datang silih berganti.
Betapa tidak, lima hari yang lalu diguncang gempa berkekuatan 5,8 magnitudo, kini warga harus merasakan dinginya genangan banjir.
Bencana geologis dan ekologis yang datang berkelindan itu kembali menyulut rasa panik warga. Apalagi, bencana kali ini disertai badai atau angin kencang.
Informasi sementara, wilayah yang terendam banjir mencakup Lingkungan Simbuang 2 dan Sese Selatan, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro. Warga bahkan harus mengungsi untuk menyelamatkan diri.
Berbeda dengan Desa Desa Salletto dan Desa Bambu. Tak sekedar menggenangi permukiman warga, Jalan Trans Sulawesi pun ikut terendam.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju, Muh Taslim Sukirno membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah Mamuju sejak siang tadi.
“Iya, infonya banjir di daerah Simbuang. Memang hujannya deras,” kata Taslim, Minggu 12 Juni 2022.
Menurut warga Lingkungan Simbuang 2, Bisman, hujan deras mengguyur wilayahnya sejak pukul 13.00 wita. Tak berselang lama, debit air meningkat dan mulai menggenangi permukiman warga.
“Saat ini ketinggian air mencapai 1 meter. Warga sudah mengungsi karena air sudah masuk ke permukiman warga,” imbuhnya. (Awal Dion).








