
Sulbar Kini, Mamuju – Sejumlah aset potensial Pemprov Sulbar yang seharusnya menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru tak menghasilkan apa-apa.
Bahkan tak sekadar terbengkalai, aset tersebut ternyata menjadi beban biaya dalam postur APBD. Tak punya PAD, namun menyerap anggaran pemerintah Sulawesi Barat (Sulbar).
Hal tersebut diketahui setelah Penjabat Gubernur Sulbar, Akmal Malik melakukan rapat dengan sejumlah OPD yang memiliki dan menaungi aset pemerintah, Kamis 30 Juni 2022.
“Banyak aset tidak menghasilkan apa-apa. Salah satunya aset perkebunan, kita bayar petugas sebulan tapi kontribusi (pemasukan PAD, red) hanya 1 persen. Itu juga banyak terjadi di aset yang lain,” beber Akmal.
Bahkan, kata Akmal, dari 500 persil aset Pemprov Sulbar, tak satu pun yang terkelola dengan baik. Padahal dari jumlah persil itu, menyimpan aset yang mampu memdongrak perolehan PAD Sulbar.
“Dari 500 persil itu, terdapat 31 persil aset yang sangat berpotensi,” sebutnya.
Bagi aset pemerintah yang berstatus sengketa, Akmal Malik meminta OPD yang bertanggung jawab segera menyelesaikan persoalan itu. (rls/red)








