Bocah Perempuan Dilecehkan Tetangga Sendiri, Orang Tua Tolak Mediasi

Ilustrasi anak jadi korban pelecehan seksual/ist
WA Channel

Sulbar Kini, Majene – Bocah perempuan berusia delapan tahun diduga jadi korban pelecehan seksual oleh tetangganya sendiri di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Korban berinisial NM, siswa kelas III di salah satu sekolah dasar (SD). Sementara terduga pelaku berinisial As berusia 33 tahun. Ironisnya pelaku masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan korban dan sudah beristri dan beranak satu.

Menurut keluarga korban, Ernawati, peristiwa memilukan itu terjadi Minggu sore (24/7). Saat itu korban berjalan kaki dari rumahnya menuju rumah neneknya yang berjarak 400 meter. Di tengah jalan korban dicegat pelaku saat melintas di depan rumahnya.

Pelaku kemudian mengajak korban untuk singgah di rumahnya, namun ia menolak. Tak kehabisan akal, pelaku kemudian mengiming-imingi korban dengan dalih akan memperlihatkan tawon.

“Ayo liat tawon,” kata Ernawati menirukan korban, Selasa siang (2/8).

Dengan rasa penasaran korban akhirnya tertarik. Pelaku pun sontak menggendong korban dan memanjat pagar tembok rumahnya yang saat itu kosong.

“Setelah di dalam pagar itu, korban bertanya ‘Manaji tawon? Namun pelaku tidak menjawab, justru membentak korban dengan kata ‘Dao parocaq (jangan ribut, red),” ungkapnya melalui pesan facebook.

Meski berusaha melancarkan aksi bejatnya, korban berhasil melarikan diri meskipun Ernawati enggan menjelaskan cara korban melarikan diri.

“Alhamdulillah tidak sampai ke sana (menyetubuhi, red) karena korban melarikan diri. Tapi korban trauma, ketakutan kalau lihat laki-laki,” beber Ernawati.

Terpisah, Ibu korban berinisial J mengaku pernah diajak mediasi oleh pelaku. Mediasi itu diajukan mengingat pelaku dan keluarganya masih berkerabat. Namun ia dan keluarga menolak keras dan akan melaporkan kasus itu ke Polsek Malunda.

“Saya tidak mau, saya mau segera diproses,” tegas ibu korban.

Kepala Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kabupaten Majene, Riadiah Zakariyah mengungkapkan, dirinya telah menerima laporan atas kejadian tersebut. Bahkan ia telah menurunkan tim untuk melakukan pendampingan dalam proses hukum yang akan keluarga tempuh .

“Oh iya, jadi korban sudah di Majene masih tinggal bersama keluarga, kami telah memfasilitasi kendaraan dan satgas untuk korban,” tandas Riadiah melalui sambungan telepon.

- GNFI Network -