Mamuju, SULBARKINI.com – Lomba perahu tradisional khas suku Mandar bertajuk Festival Sandeq 2023 resmi digelar sejak Minggu (23/9/2023).
Lomba perahu tanpa mesin dan hanya mengandalkan angin dan layar ini diikuti 36 nelayan passandeq yang ada di Sulawesi Barat (Sulbar).
Festival Sandeq 2023 dalam rangka HUT ke-19 Provinsi Sulawesi Barat ini mengambil rute dari Kabupaten Pasangkayu dan start pada Minggu (23/9) hingga ditargetkan finish di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) pada Senin (2/10/2023).
Selama sepekan, 36 passandeq akan berlomba melewati delapan etape, yakni dari Pasangkayu menuju Bambaloka, kemudian lanjut ke Budong-budong Kabupaten Mamuju Tengah.
Dari Budong-budong, passandeq kemudian bertolak menuju Papalang, Kabupaten Mamuju, lalu melanjutkan perjalanan menuju Pantai Manakarra.
Dari Pantai Manakarra, pelaut Mandar kemudian meneruskan perjalanan ke Deking dan Sendana Kabupaten Majene hingga finish di Pantai Bahari Polman.
Penjabat Gubernur Sulbar Zudan Arif Fakrulloh mengatakan pelaksanaan Festival Sandeq 2023 menggambarkan kekompakan antara pemerintah daerah di Sulbar. Sebab, semua kabupaten berkontribusi dan berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan itu.
“Sulbar ini seperti sandeq, tangguh, ulet, sabar, berserah diri pada Tuhan tapi tidak kehabisan akal untuk selalu inovatif,” kata Zudan.
Sementara Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar menuturkan perahu sandeq merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Mandar yang akan terus dilestarikan.
“Ini semakin mempererat persaudaraan dan persatuan kita para Bupati di Sulbar. Ini warisan budaya wajib kali lestarikan terus,” ujar Ibrahim.
Dia berharap adanya dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya sandeq.
“Peningkatan peserta sandeq, kemarin hanya 23 sekarang ini 36 sandeq. Saya harap ke depannya gubernur bisa mendorong peningkatan sandeq, untuk membuat satu sandeq menggunakan biaya sekitar Rp 100 juta,” pungkas dia.








