Mamuju, SULBARKINI.com – Penjabat Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Prof Zudan Arif Fakrulloh menjelang setahun menakhodai Provinsi Sulawesi Barat dan bakal berakhir pada Mei 2024.
Menyikapi terkait perpanjangan masa jabatan dan harapan masyarakat yang menginginkan dirinya tetap menjadi Pj Gubernur hingga penetapan gubernur definitif hasil Pilkada 2024, Zudan menyatakan dirinya hanya melaksanakan tugas negara dan menjalankan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Kalau saya, ini masalah penugasan. Pertama, ini sudah kehendak Allah SWT, juga penugasan dari bapak Presiden dan Mendagri,” ungkap Zudan, Rabu (10/4).
“Kalau seperti tadi yang disampaikan, banyak yang memohon atau berkehendak meminta saya diperpanjang jabatan sebagai Pj Gubernur Sulbar, semuanya saya kembalikan kepada Allah SWT,” sambung Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) ini.
Dia menuturkan, dirinya tetap meminta petunjuk yang terbaik dari Allah SWT terkait dengan jabatan yang akan diemban ke depan.
“Kalau bapak dan ibu ingin tahu doa saya, doa saya itu seperti ini. Ya Allah, kalau memang ini baik bagi Engkau saya ada di Sulbar, Engkau silahkan perpanjang (masa jabatan). Tapi bila tidak baik bagi Engkau saya di Sulbar, ya Allah segera tarik saya kembalikan atau tugaskan di tempat lain atau pindahkan yang terbaik menurut Engkau,” ujar mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri ini.
Dia menambahkan, dirinya meminta maaf bila selama menakhodai Provinsi Sulawesi Barat belum bisa memberikan pelayanan yang memuaskan.
Termasuk pelayanan publik yang belum sempurna, insfrastruktur jalan belum seperti harapan, pelayanan pendidikan pelayanan kesehatan, dan pelayanan pemerintahan lainnya yang perlu terus ditingkatkan.
“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan terus mohon dukungan saran, masukan, dan penyempurnaan baik melalui WhatsApp, SMS, telepon, yang terus disampaikan selama ini untuk tidak berhenti dan memberikan penyempurnaan dalam tata kelola pemerintahan Provinsi Sulawesi Barat,” pungkas Zudan. (*/adv)








