Majene, SULBARKINI.COM – Seorang nelayan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, bernama Wahyu (20 tahun) ditemukan tewas diduga nekat gantung diri di ruang keluarga rumahnya di Kelurahan Pangali-ali, Kecamatan Banggae, pada Senin (13/1/2025) pagi.
Kepala Seksi Humas Polres Majene, Iptu Suyuti, membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, sebelum kejadian, kakak korban bernama Indah (26) masih sempat mendengar korban berbicara dengan seseorang yang diduga pacarnya melalui sambungan telepon.
“Tak lama setelah itu, Samsia, tante korban, yang baru selesai menyapu halaman rumah, masuk ke ruang keluarga untuk mengambil galon air. Di sanalah ia menemukan keponakannya tergantung dengan seutas tali,” ungkap Suyuti dalam keterangannya.
Dia menambahkan, dari pengakuan tante korban, tali yang digunakan Wahyu untuk gantung diri biasa dipakai mengayun bayi. Pihak keluarga dan warga sekitar segera menurunkan korban dan membawanya ke RSUD Majene.
“Setelah dilakukan pemeriksaan selama kurang lebih 20 menit, pihak RSUD menyatakan bahwa Wahyu telah meninggal dunia,” jelas Suyuti.
Dari keterangan pihak keluarga, sebut dia, korban Wahyu tidak pernah mengeluh terkait permasalahan pribadi atau penyakit serius yang dideritanya.
Polisi masih melakukan penyelidikan terkait motif di balik tindakan nekat Wahyu gantung diri. Pihak keluarga dan masyarakat diimbau untuk melaporkan jika ada informasi tambahan yang dapat membantu proses penyelidikan.








