SulbarKini, Mamuju – Kakanwil Kemenkumham Sulawesi Barat (Sulbar), Faisol Ali tampaknya punya strategi khusus guna menempa jajarannya menjadi lebih berintegritas.
Hal itu terlihat ketika ia memberikan pembekalan orientasi CPNS tahun 2022 di Aula
Pengayoman, Kanwil Kemenkumham Sulbar, Selasa 5 April 2022. Sebanyak 87 CPNS mengikuti pelaksanaan kegiatan itu.
Kakanwil memberikan pencerahan kepada CPNS. Ia menilai bahwa hal-hal yang bisa diraih semua dilakukan dengan belajar, usaha, dan doa dari orang tua.
“Kalian adalah yang terbaik, pilihan dari sekian banyak orang. Maka dari itu, syukurilah. Usaha
keras kalian tidak lepas dari doa dari orang tua,” ujar Faisol Ali.
Selanjutnya, ia menjelaskan tentang nilai dasar atau core values Ber-AKHLAK dan employer branding ‘Bangga Melayani Bangsa’ yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo.
Menurutnya, saat ini bukan lagi saatnya minta dilayani. Tetapi ASN harus berorientasi melayani bangsa, memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Dengan ditetapkannya core values, bisa memberikan penguatan budaya kerja ASN yang profesional sekaligus memudahkan proses adaptasi bagi ASN ketika melakukan mobilitas antar instansi pemerintah, adanya satu core values yang berlaku secara umum turut memperkuat peran ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa,” ungkapnya.
Selanjutnya Faisol Ali meminta kepada seluruh CPNS untuk menjaga solidaritas sebagai bagian dari Kemenkumham Sulbar.
“Jaga kekompakan dan bangun relasi,” katanya.
Selain itu, Faisol Ali juga menyinggung janji kinerja yang sudah dideklarasikan oleh jajarannya di awal tahun ini.
Pertama, kata dia, menjaga kesehatan sehingga kinerja lebih produktif. Lalu melaksanakan janji kinerja yang akuntabel dan transparan, dan deteksi dini segala persoalan yang akan timbul.
“Janji adalah utang dan komitmen perlu dipertanggungjawabkan,” imbuh Faisol Ali.
Menurutnya, pembangunan zona integritas merupakan komitmen. Tidak hanya dipahami atau dilaksanakan oleh para pimpinan, tetapi seluruh jajaran.
Lebih lanjut ia menyampaikan, B5KB dalam bekerja perlu diimplementasikan, yaitu berdoa sebelum bekerja, bersyukur dengan apa yang diterima, berpikir positif, bekerja maksimal, bekerja di dunia berbasis akhirat, komitmen, dan belajar.
“Mua’ tania ita’ innairi. Mua’ tania dite’e ya’ dipirappai (Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi, red),” tukasnya menutup arahan. (rls/red)








