Pasangkayu.SulbarKini.Com– Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. Ir. Agus Ambo Djiwa, M.P., kembali melaksanakan kegiatan reses dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026.
Kegiatan reses kali ini digelar di Desa Papandangan, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), pada Jumat (17/10/2025), dan dihadiri antusias oleh warga serta para tokoh masyarakat yang ingin menyampaikan berbagai harapan dan keluhan, khususnya di sektor pertanian.
Mayoritas aspirasi masyarakat berfokus pada kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti traktor tangan, mesin perontok padi, dan pompa air untuk meningkatkan efisiensi serta produktivitas hasil pertanian. Selain itu, petani juga mengeluhkan sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi, terutama menjelang musim tanam.
Menanggapi hal tersebut, Agus Ambo Djiwa menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan diperjuangkan melalui jalur legislasi dan koordinasi dengan kementerian terkait. Menurutnya, penguatan sektor pertanian harus menjadi prioritas pembangunan di daerah, mengingat sebagian besar masyarakat Polman menggantungkan hidup dari sektor ini.
“Pemerintah perlu memperhatikan kebutuhan petani secara serius. Kita harus dorong pemanfaatan teknologi pertanian agar produksi meningkat dan petani lebih sejahtera,” ujar Agus Adj
Selain menyerap aspirasi, kegiatan reses juga menjadi ajang mempererat hubungan antara wakil rakyat dengan konstituennya. Agus Ambo Djiwa mengapresiasi keterbukaan dan partisipasi masyarakat dalam menyampaikan masukan secara langsung.
“Saya berharap komunikasi seperti ini terus terjalin agar kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan,” ungkap Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Barat tersebut.
Melalui kegiatan reses di Desa Papandangan ini, Agus Ambo Djiwa menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan petani dan kemajuan pertanian di Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Polman.
Pada kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Ketua DPRD Sulbar dari Fraksi PDIP Abdul Halim, Tenaga Ahli DPR RI Muliadi, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.








