
Sulbar Kini, Mamuju – Sebanyak 300 keluarga di tiga lingkungan di Kelurahan Mamunyu, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) terisolasi akibat longsor, Sabtu 14 Mei 2022.
Masing-masing Lingkungan Tamasapi, Lingkungan Takaurangan, dan Lingkungan Tapodede. Warga tak bisa mengakses jalan menuju perkotaan akibat tertimbun material tanah, bebatuan, dan pepohonan.
Salah seorang warga, Ramli mengungkapkan, longsor terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan yang melanda Mamuju, sejak kemarin. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 18.00 wita.
“Ruas jalan tertutup total. Ada batu, tanah, dan ada juga pohon sepanjang 25 meter yang menutupi jalan. Kondisi longsor cukup tinggi,” kata Ramli, Minggu 15 Mei 2022.
Kondisi diperparah lantaran longsor berada di dua titik. Kata Ramli, jarak titik longsor pertama dengan kedua sekira 1,5 kilometer. Lokasinya tak jauh dari perkampungan warga.
“Listrik pun sampai sekarang masih padam, karena tiga tiang listrik tumbang,” ungkanya.
Warga bergotong royong membersihkan meterial longsor menggunakan alat seadanya. Ramli berharap pemerintah segera berindak agar jalan tersebut kembali dapat diakses.
“Saat ini kita kerjakan secara manual, karena belum ada alat berat,” sebut Ramli.
Babinsa Kelurahan Mamunyu, Serma Muhayang berharap pemerintah segera menurunkan alat berat. Jika tidak, pembersihan material itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Kalau secara manual ini mungkin satu bulan belum selesai,” tandasnya yang ikut membersihkan material longsor bersama warga sekitar.
Kepala BPBD Mamuju, Muh. Taslim Sukirno belum merespon ketika dihubungi melalui sambungan telepon. (Awal Dion/Red)








