Beban Fiskal Pemprov Sulbar Capai Rp 384 M, Gubernur Suhardi Duka Tekankan Ogah Tambah Utang Baru

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
WA Channel

MAMUJU, SULBARKINI.COM – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) menyoroti terkait beban fiskal yang harus ditanggung Pemerintah Provinsi di tahun 2025.

SDK menekankan pihaknya berkomitmen untuk tidak mengambil utang baru meski ditawarkan opsi oleh pemerintah pusat.

“Sulbar sudah dua kali meminjam ke SMI, cicilannya masih berat dan belum lunas. Saat saya minta dijadwal ulang, justru disarankan menambah utang. Saya tolak. Lebih baik kita bayar dan lunas dalam tiga tahun ke depan,” kata SDK pada refleksi akhir pekan Pemprov Sulbar, Jumat (13/6).

“Terus dari mana kita bisa membangun? Main sulap?,” seloroh mantan Anggota DPR RI itu.

Diketahui, berdasarkan data Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) nilai utang Pemprov Sulbar mencapai Rp 384 miliar dengan rincian: pembayaran pokok pinjaman ke SMI Rp99,4 miliar, bunga pinjaman Rp8,7 miliar, penyesuaian dana transfer DAK yang ditarik pusat Rp 130,2 miliar, dan pengurangan belanja karena asumsi retribusi daerah dan SiLPA 2024 yang tidak tercapai senilai Rp 145,7 miliar

Suhardi Duka menambahkan Pemprov Sulbar akan tetap memfokuskan anggaran pada program-program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Tahun ini, Pemprov Sulbar telah menyalurkan mobil amrol dan ekskavator ke tiga kabupaten untuk mendukung pengelolaan sampah.

“Sudah dua dekade sampah daerah diangkut, tapi pernahkah satu mobil sampah dikirim ke kabupaten? Tahun ini, kita bantu,” ujar dia.

Di samping itu, berbagai program keberpihakan seperti jaminan BPJS gratis, pengembangan peternakan, bantuan bibit pertanian, dan peningkatan infrastruktur dasar tetap berjalan sesuai visi -misi pembangunan. (*/adv)

- GNFI Network -