Pasangkayu, SULBARKINI.com – Penjabat Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Zudan Arif Fakrulloh memberi atensi terhadap persoalan perbatasan antara Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, dengan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Dia menilai polemik perbatasan dua provinsi itu berpotensi memicu konflik, khususnya pada proses pemungutan suara pada Pemilu 2024.
Dalam kunjungannya di Desa Sarjo yang merupakan wilayah perbatasan Pasangkayu-Donggala, Zudan menyatakan akan segera melakukan pertemuan yang melibatkan Kemendagri, Pemprov Sulbar, dan Pemprov Sulteng untuk membahas terkait perbatasan kedua provinsi itu.
“Harus ada langkah operasional. Targetnya harus dibicarakan dengan pusat, Sulbar tidak bisa sendiri. Nanti dibicarakan dengan Sulteng, Sulbar, dan Kemendagri,” kata dia.
Zudan menekankan perlu adanya penataan wilayah administrasi termasuk warga yang berpindah domisili.
“Kita bisa langsung melakukan penataan wilayah administrasi. Ini kita akan lakukan bersama dalam waktu cepat,” pungkasnya.








