BPBD Mamasa Catat 31 Kejadian Bencana Hingga Mei 2026, Longsor Paling Dominan

WA Channel

SulbarKini.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa mencatat sedikitnya 31 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Mamasa sepanjang Januari hingga Mei 2026. Data tersebut tertuang dalam Log Book Pusdalops BPBD Mamasa per 12 Mei 2026.

Bencana yang paling mendominasi adalah tanah longsor, disusul kebakaran rumah, banjir, pohon tumbang, hingga kejadian mengancam nyawa. Sebagian besar bencana dipicu curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah pegunungan Mamasa dalam beberapa bulan terakhir.

Sumber Data : BPBD Mamasa

Sejumlah wilayah terdampak cukup parah, terutama di Kecamatan Mehalaan, Tabang, Bambang, Mambi, Tanduk Kalua, hingga Aralle. Selain merusak rumah warga, longsor juga mengakibatkan akses jalan tertutup, persawahan rusak, dan memaksa sejumlah warga mengungsi.

Pada 7 April 2026, bencana banjir di Sindagamanik, Kecamatan Tanduk Kalua, tercatat berdampak terhadap 114 kepala keluarga. Sementara banjir di Balambang Minake merusak sedikitnya tiga hektare sawah milik warga dan menyebabkan gagal panen.

Di Kecamatan Mehalaan, longsor yang terjadi di Salukonta dan Ulumea merusak rumah, kebun, hingga area persawahan warga. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD menemukan sejumlah rumah mengalami kerusakan akibat tertimpa material longsor, sementara akses menuju lokasi sempat terkendala hujan dan medan berat.

Memasuki Mei 2026, intensitas bencana masih cukup tinggi. Longsor di Desa Uhailanu, Kecamatan Aralle, pada 9 Mei menyebabkan rumah warga terdampak dan beberapa keluarga terpaksa mengungsi. Longsor lain di Kecamatan Bambang dan Tabang juga merusak rumah warga akibat tanah ambles setelah hujan deras mengguyur sejak sore hari.

Selain longsor, BPBD juga mencatat beberapa kejadian kebakaran rumah di wilayah Sumarorong, Tabang, Mambi, Salulo, hingga Pana. Dugaan sementara penyebab kebakaran didominasi korsleting listrik dan api dapur yang tidak diawasi.

 

- GNFI Network -