Dari Pasangkayu untuk Flores, Relawan PMI Bantu Pulihkan Jejak Keluarga Pascagempa

WA Channel

PASANGKAYU, SULBARKINI.COM – Di tengah duka dan kepanikan warga pascagempa yang mengguncang wilayah Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), semangat kemanusiaan datang dari berbagai daerah. Salah satunya dari Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Senin (31/8/2026).

Tak terkecuali dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasangkayu, mobilitas relawan untuk bergabung dalam misi kemanusiaan membantu masyarakat terdampak gempa.

Salah satu perwakilan PMI Pasangkayu, Adia Novayanti, mendapat penugasan dari Markas Pusat PMI di Jakarta untuk bergabung dalam Operasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) Gempa Flores di NTT.

Baginya, penugasan tersebut bukan sekadar menjalankan tugas sebagai relawan. Ia harus berada di tengah masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit dan ketidakpastian, terutama dalam memulihkan komunikasi antaranggota keluarga yang terdampak bencana.

Sebelum menjalankan tugas, Adia Novayanti mengikuti persiapan dan koordinasi di Markas Pusat PMI Jakarta. Ia kemudian dilepas untuk menjalankan misi kemanusiaan tersebut bersama Ketua PMI Kabupaten Pasangkayu yang juga Wakil Bupati Pasangkayu, Herny Agus. pada Senin (24/8/2026) lalu.

Dalam penugasan tersebut, Adia Novayanti bergabung dalam tim Restoring Family Links (RFL) atau Pemulihan Hubungan Keluarga. Tim ini memiliki peran penting dalam membantu warga terdampak bencana untuk kembali terhubung dengan anggota keluarga yang terpisah atau kehilangan kontak akibat gempa.

Di tengah situasi darurat, komunikasi menjadi sesuatu yang sangat berarti. Satu panggilan telepon atau satu pesan yang berhasil tersampaikan dapat menjadi sumber kekuatan bagi keluarga yang sedang menanti kabar dari orang-orang terdekatnya.

Ketua PMI Kabupaten Pasangkayu, Herny Agus, memberikan dukungan penuh kepada Adia Novayanti. Ia berharap relawan tersebut dapat menjalankan tugas dengan baik sekaligus menjaga kesehatan dan keselamatan selama berada di lokasi bencana.

“Semoga Adia Novayanti dapat menjalankan tugas dengan baik dan ikut membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT. Jangan lupa selalu menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas kemanusiaan,” ujar Herny Agus.

Dalam pelaksanaannya, tim RFL memberikan pelayanan di sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Kabupaten Ende, Nagekeo, dan Sikka. Pelayanan meliputi komunikasi gratis melalui telepon dan internet, serta membantu proses pemulihan komunikasi antaranggota keluarga yang terdampak bencana.

Relawan juga melakukan pendataan secara masif dan akurat terhadap warga terdampak, mulai dari mereka yang selamat hingga masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk kembali terhubung dengan keluarganya.

Dikonfirmasi via whatsappnya Adia Novayanti, menjelas kebutuhan relawan yang memiliki kemampuan di bidang RFL masih cukup besar. Penambahan personel diperlukan untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan di lapangan, khususnya dalam membantu masyarakat memulihkan hubungan dan komunikasi dengan anggota keluarganya.

“Harapan kami ada penambahan rekrutmen relawan yang memahami bidang Restoring Family Links (RFL), karena kami masih cukup kewalahan dan membutuhkan lebih banyak relawan yang memahami pelayanan RFL,” ungkap Adia Novayanti.

Keberangkatan Adia Novayanti menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang lebih besar. Dari Pasangkayu, langkah seorang relawan membawa pesan bahwa di tengah bencana, harapan tidak boleh ikut runtuh.

Jarak Pasangkayu dan Flores bukan penghalang untuk membantu. Ketika keluarga membutuhkan kabar, relawan hadir menjadi penghubung dan membawa semangat kemanusiaan bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit. (Hr)

- GNFI Network -