PASANGKAYU, SULBARKINI.COM — Syahrul Hidayat, warga Kelurahan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, tengah berjuang melawan penyakit kaki gajah atau lymphedema yang menyebabkan pembengkakan pada bagian kakinya.
Sehari-hari, Syahrul dikenal sebagai pedagang kerupuk yang berjualan di sejumlah lokasi di sekitar Kota Pasangkayu. Di tengah aktivitasnya mencari nafkah, ia juga tetap berusaha melanjutkan pendidikan sebagai mahasiswa di DDI Pasangkayu.
Namun, kondisi kesehatan yang dialaminya membuat Syahrul kini kesulitan beraktivitas seperti sebelumnya. Pembengkakan pada kakinya semakin membesar hingga membuatnya kesulitan berjalan dan tidak lagi mampu berjualan.
Salah seorang kerabat Syahrul, M Aris, saat dikonfirmasi pada Rabu (16/9/2026), mengatakan Syahrul membutuhkan tindakan operasi untuk menangani kondisi yang dialaminya.
“Untuk operasi, estimasi biayanya sekitar Rp47 juta,” ujar M Aris, yang juga merupakan penyuluh agama di Kecamatan Sarudu.
Karena tidak lagi mampu berjualan, Syahrul kini kembali ke kediamannya di Desa Towoni, Kecamatan Baras. Ia tinggal bersama ayahnya yang sudah lanjut usia dan tidak lagi mampu bekerja.
Sementara itu, ibu Syahrul diketahui telah lama meninggal dunia.
Kondisi tersebut membuat Syahrul dan keluarganya menghadapi keterbatasan dalam memenuhi biaya pengobatan yang dibutuhkan.
Meski berada dalam kondisi sulit, Syahrul tetap berharap bisa mendapatkan penanganan medis sehingga kondisinya dapat membaik. Ia juga ingin kembali beraktivitas dan melanjutkan pendidikannya.
Untuk membantu memenuhi biaya operasi, keluarga dan kerabat Syahrul kini membuka penggalangan dana bagi masyarakat maupun para dermawan yang ingin memberikan bantuan.
Bagi masyarakat yang ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui rekening BRI 796401010221532 atas nama M Aris.
Donasi juga dapat disampaikan secara langsung melalui kontak WhatsApp/telepon 085343663299.
Penggalang dana juga menyediakan layanan penjemputan donasi bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan secara langsung.
Keluarga berharap kepedulian masyarakat dapat membantu Syahrul memperoleh biaya operasi dan penanganan medis yang dibutuhkan.
Setiap bantuan, baik berupa donasi maupun dukungan lainnya, diharapkan dapat meringankan beban Syahrul dan menjadi dukungan bagi perjuangannya untuk kembali menjalani aktivitas serta melanjutkan pendidikan. (*)








