Diprediksi Cuaca Buruk, Warga Mamuju Diminta Waspada Sepekan ke Depan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju, Muh Taslim Sukirno
WA Channel

Sulbar Kini, Mamuju – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju, Muh Taslim Sukirno mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang beberapa pekan ke depan.

“Jika terjadi intensitas curah hujan yang cukup tinggi, kami imbau kepada masyarakat melakukan kesiapsiagaan,” imbaunya, Kamis (16/6/2022).

Khususnya, kata Taslim, warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai.  Mereka diminta selalu waspada dan memperhatikan luapan air sungai.

“Kalau melihat gejala air sungai mau banjir harus mengungsi lebih dini. Jangan panik untuk mengevakuasi diri,” Taslim menegaskan.

Selain hujan dan angin kencang, ia pun mengimbau warga untuk hati-hati ketika melintas di wilayah rawan longsor.

“Termaksud para nelayan yang ingin keluar melaut saat terjadi angin kencang dan gelombang tinggi, agar mengurungkan pergi melaut demi keselamatannya,” imbuhnya.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Majene, memprediksi beberapa hari ke depan di wilayah Sulbar berpotensi hujan lebat disertai angin kencang.

“Untuk wilayah Sulbar seminggu ke depan memang beberapa wilayah masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat dan disertai angin kencang,” kata Prakirawan BMKG Majene, Ayu Indrawati, Selasa (14/6/2022).

Dijelaskan untuk wilayah tersebut yakni Kabupaten Polewali Mandar (Polman) di mana daerah-daerahnya itu banyak pegunungan atau perbukitan seperti Bulo, Matangga, Tapango, Binuang, Polman dan Alu.

Selain Polman juga diwilayah Kabupaten Mamasa, Mamuju, dan Mamuju Tengah umunya terjadi pada sore dan malam hari.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada saat terjadi hujan yang disertai angin kencang juga disertai kilat, petir dan angin kencang agar tidak berada dibawa bangunan dan pohon yang muda roboh dan tumbang.

Selain itu juga mengimbau agar selalu berhati-hati saat melintas  di daerah yang rawan terjadi longsor.

“Jadi kami juga mengimbau kepada nelayan yang akan keluar melaut agar memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang tinggi,” pungkasnya. (Awal Dion)

- GNFI Network -