Diterjang Banjir, 473 Warga Mamuju Terpaksa Mengungsi

Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi ketika meninjau pengungsi di Terminal Type A Simbuang, malam tadi/ist
WA Channel

Sulbar Kini, Mamuju – Sebanyak 473 warga dalam kota Mamuju mengungsi lantaran rumah mereka terendam banjir, Minggu 12 Juni 2022, kemarin.

Mereka mengungsi di dua lokasi berbeda. 372 orang memilih mengamankan diri di Terminal Type A Simbuang, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Sementara 101 warga lainnya di masjid SPBU Simbuang, simpang Jalan Jenderal Sudirman dan Soekarno Hatta, Simboro, Mamuju.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju, Muh Taslim Sukirno mengatakan, warga tersebut mengungsi karena tempat tinggalnya terendam banjir setinggi satu meter. Mereka akhirnya dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

“Semalam Bupati Mamuju turun langsung mengunjungi pengungsi yang ada di terminal Simbuang dan masjid SPBU Simbuang,” kata Taslim, Senin 13 Juni 2022. .

Ia menyebutkan, bencana kali ini menyebabkan tiga kecamatan terdampak banjir, yakni Kecamatan Simboro, Mamuju, dan Kalukku.

Titik banjir di Kecamatan Simboro berada di pusat Kelurahan Rangas, Lingkungan Sese, BTN Maspul, dan BTN Asri Korongana.

Titik lainnya di Lingkungan Simbuang dan Simbuang dua. Selain itu, menggenangi pula kompleks perumahan H. Basir, BTN Mutmainna, dan BTN Graha Nusa.

“Titik lain di Desa Saletto,” sebutnya.

Sedangkan, kata dia, untuk Kecamatan Mamuju berada di Desa Bambu dan Desa Tadui.

“Sementara untuk Kecamatan Kalukku banjir terjadi di Ampallas, Kelurahan Sinyonyoi,” ungkap Taslim.

Meski musibah ini tak ada menelan korban jiwa, namun kerugian material yang diderita cukup banyak. Perabot rumah tangga seperti barang elektronik milik warga rusak akibat terendam banjir.

“Kami sementara melakukan pendataan warga yang terdampak banjir,” tandasnya.

Menurut salah seorang warga, Hasbullah, hingga kini air masih menggenangi rumahnya di Jalan Soekarno Hatta. Ia terpaksa mengungsi lantaran khawatir terseret arus sungai.

“Saya pergi mengungsi di Terminal Simbuang karena rumah saya tidak bisa lagi ditinggali,” imbuhnya.

Kondisi pengungsi di Terminal Type A Simbuang sangat memperihatinkan. Mereka beristirahat di fasilitas terminal hanya menggunakan perlengkapan seadanya. (Awal Dion/Red)

- GNFI Network -