Hanya Sepuluh Jam, 9 Ton Minyak Curah Ludes Terjual di Pasar Ramadhan Mamuju

Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi meninjau penjualan minyak goreng curah di pasar Ramadhan, Kami 14 April 2022/SulbarKini-Saharuddin Nasrun
WA Channel

SulbarKini, Mamuju – Pemkab Mamuju kembali menyalur minyak goreng dengan harga murah di pasar Ramadhan, Kamis 14 April 2022.

Kali ini yang dijajakan minyak goreng curah. Harganya cukup terjangkau, hanya dibanderol Rp 14 ribu per liter saja. Selain murah, stok yang tersedia pun banyak, 9 ribu liter atau 9 ton.

Harga yang terjangkau pun memantik antusias masyarakat untuk berbelanja. Terlihat pusat penjualan yang berlokasi di Jalan Ahmad Kirang, Kelurahan Binanga, Mamuju itu, ramai pengunjung.

Warga sudah memadati lokasi penjualan sekira pukul 08.30 Wita. Mereka mengantre menunggu giliran untuk mengambil minyak langsung dari mobil tangki. Antrean tersebut berdasarkan urutan jeriken si pemilik.

Hanya berselang sepuluh jam saja, layanan penjualanan pun telah ditutup. Pukul 18.30 wita, stok minyak curah telah habis terjual.

“Target kita memang hari ini habis. Dan alhamdulillah antusias masyarakat sangat tinggi,” ujar Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, di lokasi penjualan.

Sutinah mengatakan, ketersediaan minyak tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah dan Kodim 1418/Mamuju. Terdistribusi melalui PT Tanjung Sarana Lestari (TSL).

Diinisiasi bersama untuk membantu masyarakat. Utamanya memenuhi kebutuhan minyak goreng yang kini harganya melejit di pasaran.

“Saat ini harga minyak kemasan sudah sampai Rp 28 ribu. Sudah 2 kali lipat dari harga minyak subsidi ini. Tentu sangat membebani. Itulah kenapa kami memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan minyak subsidi,” sebutnya.

Sutinah sadar stok minyak goreng akan habis. Namun, ia meminta warga tak perlu khawatir. Pemerintah akan terus berupaya menyuplai minyak goreng murah bagi masyarakat.

“Untuk mendapat minyak subsidi, ada mekanismenya. Tapi kami akan terus berupaya untuk mendapatkannya,” imbuh Sutinah.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Mamuju, Khatmah Ahmad mengungkapkan, meski murah, warga hanya bisa membeli minyak sebanyak 5 liter saja. Sehingga, kata dia, untuk mendapatkannya warga harus merogoh kocek sebesar Rp 70.000 ribu.

“Selain itu, warga tersebut harus membawa KTP dan minimal sudah vaksin tahap kedua,” tandas Khatmah. (***)

- GNFI Network -