Kecelakaan Maut di Ruas Jalan Trans Sulawesi, Petani Tewas Usai Motor Bertabrakan dengan Hilux di Tikke Raya

WA Channel

PASANGKAYU, SULBARKINI.COM — Sebuah kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Jalan Trans Sulawesi, Dusun Muhajir, Desa Jengeng Raya, Kecamatan Tikke Raya, Minggu (16/11/2025) pagi.

Seorang petani bernama Erwin (41) meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan mobil double cabin Toyota Hilux.

Kecelakaan tunggal antara kendaraan roda dua dan roda empat itu menyisakan duka bagi keluarga korban dan menjadi pengingat betapa rentannya keselamatan di jalan raya.

Erwin, warga Nunukan Timur, dilaporkan tengah melaju dari arah utara dengan kecepatan cukup tinggi sebelum momen fatal itu terjadi.

Dari keterangan pihak kepolisian, mobil Hilux yang dikemudikan Irwan B (23) bersama rekannya Suprianto (21) bergerak dari arah Baras menuju Tikke Raya untuk mengirim oli alat berat. Saat berada di lokasi kejadian, motor yang dikendarai Erwin tiba-tiba mengambil jalur kanan dan menghantam bagian depan kanan mobil tersebut.

Benturan keras tak terhindarkan. Erwin terhempas dan mengalami luka di bagian dada. Nyawanya tak tertolong. Sementara pengemudi dan penumpang mobil tidak mengalami luka.

Petugas Sat Lantas Polres Pasangkayu yang tiba di lokasi melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan memintai keterangan saksi.

Kondisi jalan dilaporkan lurus, permukaan baik, cuaca cerah, namun tanpa penerangan jalan. Faktor ini turut menjadi perhatian mengingat karakter jalur Trans Sulawesi yang kerap dilalui kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Kerusakan cukup parah ditemukan pada sepeda motor korban, sementara bagian depan kanan mobil Hilux juga mengalami patah dan pecah di beberapa komponen.

Kapolres Pasangkayu AKBP Joko Kusumadinata melalui jajaran Sat Lantas menyampaikan bahwa penyelidikan lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh aspek penyebab kecelakaan. Ia juga kembali mengimbau masyarakat untuk berkendara dengan lebih berhati-hati, terutama pada ruas jalan provinsi yang ramai dan tidak memiliki batas median.

“Keselamatan adalah yang utama. Sekecil apapun kelalaian, konsekuensinya bisa sangat besar,” ujarnya.

Tragedi ini menambahkan deret panjang kecelakaan lalu lintas di Pasangkayu dan menjadi peringatan pilu bahwa kehati-hatian adalah kunci untuk kembali pulang dengan selamat. [As]

- GNFI Network -