Kekeringan Landa Mamasa, 21 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen dan Gagal Tanam

Foto : Tim Lapangan BPBD Mamasa
WA Channel

SulbarKini.com – Kekeringan akibat kemarau panjang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Berdasarkan laporan yang masuk ke BPBD Kabupaten Mamasa, sedikitnya 21 hektare lahan persawahan terdampak kekeringan.

Dampak kekeringan tersebut menyebabkan para petani menghadapi ancaman gagal panen dan gagal tanam. Sawah yang selama ini bergantung pada ketersediaan air mengalami kekeringan akibat berkurangnya debit air selama musim kemarau panjang.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Mamasa, luasan sawah terdampak kekeringan tersebar di beberapa desa, yakni Desa Kariango seluas 5 hektare, Desa Bombong Lambe 2 hektare, Desa Osango 2 hektare, Desa Tamalantik 5 hektare, serta Desa Saludurian seluas 7 hektare.

Secara keseluruhan, total luas lahan persawahan yang terdampak mencapai 21 hektare.

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Mamasa melakukan upaya penanganan dengan membantu masyarakat melakukan pompanisasi air untuk mengalirkan air ke area persawahan yang mengalami kekeringan.

“Pompanisasi dilakukan sebagai langkah darurat untuk membantu memenuhi kebutuhan air tanaman dan mengurangi risiko gagal panen yang lebih luas. Upaya ini juga diharapkan dapat membantu petani mempertahankan tanaman padi yang masih berada di lahan persawahan,” ungkap Alfredi Toding, Kepala BPBD Mamasa saat dikonfirmasi Senin (7/9/2026).

BPBD Kabupaten Mamasa terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan berdasarkan laporan dari masyarakat dan pemerintah setempat.

“Kemarau panjang menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bagi lahan pertanian. Kondisi ini tidak hanya mengancam tanaman yang sedang memasuki masa pertumbuhan, tetapi juga berpotensi menghambat petani untuk memulai musim tanam,” tutur Alfredi.

- GNFI Network -