Mamuju, SULBARKINI.com – Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Barat merespons dugaan penipuan oleh perusahaan travel Zahira Wisata Tour yang melibatkan delapan warga Sulawesi Barat.
Delapan calon jamaah haji plus tersebut terdiri dari dua orang dari Kabupaten Polewali Mandar, tiga orang dari Kabupaten Mamuju, dan tiga orang dari Kabupaten Mamuju Tengah.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Sulbar, Ahmad Barambangi, menjelaskan bahwa pihaknya telah memanggil para korban serta agen travel Zahira Wisata Tour, Hj. Rahmatiah, untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap terkait kasus ini.
Ahmad Barambangi menyatakan bahwa Hj. Rahmatiah berjanji akan mengembalikan seluruh uang jamaah, meski membutuhkan waktu maksimal lima bulan.
Menurut penuturan agen travel, dua dari delapan jamaah asal Mamuju Tengah kemungkinan akan membatalkan rencana haji mereka, sementara enam lainnya berencana tetap melanjutkan perjalanan haji tahun depan bersama agen tersebut.
“Insyaallah mereka akan melaksanakan haji pada tahun 2025,” ungkap Ahmad Barambangi pada Selasa, 11 Juli 2024.
Ahmad Barambangi menegaskan bahwa Kemenag Sulbar secara regulasi tidak memiliki kewajiban untuk memberikan perlindungan dalam kasus ini, karena Zahira Wisata Tour tidak terdaftar sebagai travel resmi di Kemenag Sulbar.
Hj. Rahmatiah sendiri hanya berperan sebagai agen yang mencari jamaah di Sulawesi Barat. Meskipun demikian, Hj. Rahmatiah telah menunjukkan tanggung jawab dengan melaporkan kasus ini ke Polda Sulbar yang saat ini sedang menanganinya.
Dengan adanya kasus ini, Kemenag Sulbar mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih travel untuk perjalanan haji atau umroh. Masyarakat disarankan untuk memastikan izin operasional penyedia jasa travel serta memeriksa rekam jejaknya.
“Lebih baik jika meminta pandangan atau keterangan lebih jelas dari pihak Kemenag dalam hal ini bidang Haji dan Umroh, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten,” tambah Ahmad Barambangi.
Kemenag Sulbar berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih teliti dalam memilih travel haji dan umroh demi menghindari kejadian serupa di masa mendatang.





