
SulbarKini, Mamuju – Kurang dari setengah jam, 150 liter minyak goreng kemasan habis terjual di pasar Ramadhan, Senin 4 April 2022.
Pasar ini berlokasi di Jalan Ahmad Kirang, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).
Minyak tersebut dijual oleh Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Mamuju. Tersedia 150 liter dalam kemasan 1 dan 2 liter. Dijajakan kepada masyarakat yang ingin berbelanja minyak goreng di pasar Ramadhan.
“Ketapang itu sebar kupon dari jam 3 sore. Dalam waktu tidak sampai 30 menit, sudah selesai (distribusi, red),” ujar Ketua Panitia pasar Ramadhan, Khatmah Ahmad.
Menyoal harga, ia memastikan nominalnya lebih murah. Minyak goreng 1 liter hanya dihargai Rp 21 ribu. Sementara di pasar tradisional dan toko retail, harganya mencapai Rp 30 ribu. Menurut Khatmah, penekanan harga sengaja dilakukan guna membantu masyarakat yang terhimpit ekonomi.
“Harga kita di bawah. Rp 21 ribu untuk 1 liternya. Kalau 2 liter jadinya Rp 42 ribu. Kita sengaja menekan harga untuk membantu masyarakat,” sebutnya.
Warga yang tak kebagian tak perlu khawatir. Selama 20 Ramadhan ke depan, Dinas Ketapang Mamuju masih akan menjajakan minyak goreng kemasan. Hanya saja, kuota pembelian dibatasi. Maksimal 2 liter setiap orangnya. Pembeliannya pun antre menggunakan kupon agar tertib.
“Kita usahakan setiap hari ada. Tapi kita batasi pembeliannya agar tidak langsung habis,” terang Khatmah.
Kepala Dinas Ketapang Mamuju, Lukman Sanusi membeberkan, dinasnya tidak merasa rugi lantaran banting harga. Harga beli dari distributor memang sebanyak Rp 24 ribu. Namun harga itu mendapat subsidi Rp 3 ribu. Olehnya, jika dikalkulasikan pengadaannya tetap Rp 21 ribu per liter.
“Jadi sama saja harga beli dan harga jualnya. Kembali modal saja, karena kita pelayanan bukan segmentasi bisnis. Selama ada stok akan terus kami distribusikan di sini,” tandas Lukman.
Salah seorang warga, Niko mengaku kecewa lantaran tak kebagian jatah. Padahal ia sudah menempuh jarak yang jauh hanya untuk berbelanja minyak goreng di pasar Ramadhan.
“Jangan sampai seperti lagi kejadian di Kantor Dinas Perdangan Mamuju. Diinfokan pukul 8 pagi buka, ternyata baru pukul 6 pagi sudah habis terjual,” ketusnya. (Awal Dion/red)








