Makassar, SULBARKINI.COM – Mahasiswa Kabupaten Mamuju yang tergabung dalam Pengurus Pusat Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Mamuju (PP Hipermaju) menyerahkan dokumen riset dan kajian penolakan rencana tambang Logam Tanah Jarang (LTJ) kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Dokumen itu diserahkan langsung mahasiswa saat Bahlil menghadiri Musyawarah Daerah Partai Golkar Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7). Ketua Umum PP Hipermaju Aksan Iskandar menyatakan, dokumen yang diserahkan memuat berbagai hasil riset dan analisis mengenai potensi dampak sosial, lingkungan, ekonomi, serta keberlanjutan ruang hidup masyarakat.
Selain itu, kajian tersebut juga berisi rekomendasi agar pemerintah mengedepankan transparansi, partisipasi publik yang terbuka, dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat sebelum mengambil keputusan strategis terkait rencana pertambangan. Aksan menuturkan, penyerahan dokumen penolakan tambang Logam Tanah Jarang merupakan wujud tanggung jawab moral dalam mengawal masa depan Kabupaten Mamuju.
“Kami tidak sekadar menyampaikan penolakan, tetapi membawa dokumen riset dan kajian yang disusun sebagai bentuk kontribusi intelektual. Harapan kami, pemerintah menjadikan kajian ini sebagai bahan pertimbangan yang serius sebelum menetapkan kebijakan apapun terkait rencana tambang Logam Tanah Jarang di Mamuju,” ungkap Aksan dalam keterangan tertulisnya.
Dia menuturkan, Bahlil bersedia menerima dokumen tersebut dan akan menjadi bahan pertimbangan serta akan dipelajari dan didalami lebih lanjut sebagai bagian dari proses pengambilan kebijakan.
Aksan mengapresiasi keterbukaan Menteri ESDM yang bersedia menerima dan mendengarkan secara langsung penyampaian dokumen tersebut. Dia berharap proses pendalaman yang dilakukan pemerintah benar-benar mempertimbangkan aspek ilmiah, daya dukung lingkungan, keberlangsungan sumber penghidupan masyarakat, serta aspirasi warga Mamuju.
“PP Hipermaju menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap perkembangan rencana pertambangan logam tanah jarang di Mamuju secara kritis, konstruktif, dan berdasarkan data ilmiah, dengan mengedepankan kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan sebagai prioritas Utama,” pungkas Aksan. (dip/rls)








