
SulbarKini, Mamuju – Maraknya penggunaan obat trihexyphenidyl atau lebih dikenal pil boje memicu kekhawatiran Badan Nasional Narkotika Provinsi Sulawesi Barat (BNNP Sulbar).
Bukan tanpa alasan, obat tersebut termasuk psikotropika golongan empat. Digunakan sebagai penenang yang dapat merusak kesehatan hingga menyebabkan kematian.
Meminimalisir penggunaan, BNNP Sulbar kemudian melakukan sosialisasi pencegahan narkotika. Puluhan remaja masjid Nurul Hikmah Simboro, Mamuju menjadi pesertanya.
Menurut Tino, Kabid Pencegahan BNNP Sulbar, bukan hanya sabu, ekstasi, dan ganja yang kerap disalahgunakan. Obat-obatan jenis trihexyphenidyl, komix, dan lem fox pun demikian. Fenomena itu terjadi di kota hingga ke pelosok perdesaan.
Sehingga, kata dia, salah satu upaya untuk menghindarkan masyarakat dari pengaruh obat itu, yakni berkomunikasi langsung dalam forum sosialisasi.
“Diharapkan kegiatan ini mampu memberi informasi dan edukasi, agar mereka tidak mengkonsumsi obat tersebut,” kata Tino, Sabtu 23 April 2022.
Pelibatan remaja masjid dinilai sangat efektif. Menurut Tino, selain menjadi peserta, mereka pun berperan sebagai pionir. Mereka nantinya akan menyampaikan informasi yang telah diperoleh kepada teman-temannya.
“Sehingga bisa menjadi agen yang menyuarakan perang melawan narkoba di sekitar mereka,” terangnya.
Salah satu peserta, Ghazi Al Ghifari mengaku senang dengan sosialisasi tersebut.
“Kita bisa mengetahui tentang bahayanya mengkonsumsi boje, komix dan lem,” ungkap Ghazi.
Tak hanya peserta, warga sekitar pun sangat mengapresiasi kegiatan itu. Salah satunya, Fadilah Umrah. Menurutnya, kekhawatiran para orang tua saat ini ialah jika anak mereka sampai terpengaruh teman sebayanya memakai obat berbahaya itu.
“Kita berharap edukasi ini sering-sering dilakukan kepada anak-anak sehingga mereka tidak memakainya,” tandas Fadilah.
Kegiatan tersebut terlaksana atas kerja sama BNNP Sulbar, Yayasan Sahabat Madani, dan Remaja Masjid Nurul Hikmah Simboro. Selain sosialisasi, dilaksanakan pula lomba seperti adzan, hapalan surat pendek, dan ceramah dengan tema perang melawan narkoba. (Awal Dion/Red)








