MTQ Kabupaten Belum Digelar, Syukri Ingatkan Daya Saing Pasangkayu di Tingkat Sulbar Terancam

WA Channel

Pasangkayu, Sulbarkini.com — Tidak dilaksanakannya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Pasangkayu menjelang MTQ Provinsi Sulawesi Barat dinilai berpotensi menurunkan daya saing daerah dalam meraih prestasi.

Ketua Dewan Hakim MTQ Kabupaten Pasangkayu selama tiga tahun berturut-turut, Syukri Jamaluddin, menyayangkan jika MTQ tingkat kabupaten tidak digelar sebelum pengiriman peserta ke ajang provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Juni mendatang.

Menurut Syukri, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan mekanisme penting untuk menjaring dan membina peserta yang akan mewakili daerah.

Ia menilai, pengiriman peserta tanpa melalui proses seleksi berisiko menurunkan peluang Pasangkayu mempertahankan capaian yang selama ini diraih.

“Jika peserta hanya dipilih tanpa seleksi untuk mengikuti MTQ, maka sangat rentan tidak mampu mempertahankan posisi kedua yang selama ini diraih Kabupaten Pasangkayu,” ujarnya saat ditemui di salah satu warung kopi di Pasangkayu, Kamis (21/5/2026).

Syukri menambahkan, seleksi memang bukan satu-satunya faktor penentu. Namun, ketika seleksi dan pembinaan tidak berjalan, peluang membangun kontingen yang kompetitif menjadi semakin kecil.

“Jika tidak ada seleksi, tetapi ada pembinaan, masih ada harapan. Namun saat ini, baik seleksi maupun pembinaan sama-sama tidak berjalan,” katanya.

MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Barat tahun ini akan mempertandingkan empat cabang, yakni seni baca Al-Qur’an, qira’at Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an, dan kaligrafi Al-Qur’an, dengan berbagai golongan putra dan putri.

Syukri menilai, Pasangkayu masih memiliki waktu untuk melaksanakan MTQ tingkat kabupaten sebelum ajang provinsi dimulai.

Menurutnya, pelaksanaan tidak harus dalam format besar yang membebani anggaran daerah.

Model sederhana dengan memanfaatkan masjid sebagai pusat kegiatan dinilai cukup efektif untuk menjaring potensi peserta.

“Pelaksanaan bisa dilakukan secara sederhana dan dipusatkan di masjid-masjid tanpa harus membangun panggung besar seperti sebelumnya, demi efisiensi anggaran,” ujarnya.

Ia menegaskan, MTQ merupakan agenda keagamaan rutin yang seharusnya tetap diprioritaskan karena menjadi wadah pembinaan serta ruang lahirnya talenta muda di Kabupaten Pasangkayu.

Syukri juga menambahkan, pelaksanaan dan pengelolaan MTQ sebaiknya diserahkan sepenuhnya kepada lembaga yang berkompeten di bidang pembinaan, agar arah pembinaan lebih terstruktur dan berkelanjutan. (Red)

- GNFI Network -