PASANGKAYU, Sulbarkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melaksanakan Sosialisasi Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio Tingkat Kabupaten Pasangkayu Dengan Tema” Lindungi Anak Mulai Usia 0 Sampai 7 Tahun Dengan Pemberian Tetes Manis Polio”.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Asisten l Pemkab Pasangkayu, HM Yunus Alsam, dan dilaksanakan di ruang pola kantor Bupati Pasangkayu, Senin (15/7/2024).
Kegiatan ini dihadiri oleh, Polres Pasangkayu, Dandim 1427 Pasangkayu, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Kesehatan, Para Camat, serta beberapa tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Asisten l, HM Yunus Alsam menyampaikan, Pekan imunisasi Nasional ini sangat penting untuk dilakukan, karena penyakit Polio merupakan penyakit yang sangat perlu penanganan yang berbeda dengan beberapa penyakit yang lain.
“Kalau kita lihat dari dua perspektif misalnya dari penyakit-penyakit yang lain mungkin bisa dikatakan dampaknya hanya dalam sektor kesehatan di bagian dalam tubuh. Akan tetapi penyakit polio itu adalah perspektif masa depan setiap orang, dan bahkan bangsa secara umum. karena itu akan berdampak pada perspektif penampilan fisik setiap orang,” ungkap Yunus Alsam.
Terkait dengan Pekan Imunisasi Nasional, lanjut Yunus Alsam, semua harus benar-benar mengkonversikan dengan baik, karena itu terkait dengan masa depan anak dan generasi ke depan, baik dari penyakitnya maupun dalam perspektif perkembangan penampilan anak-anak.
“Intinya saya hanya ingin tekankan kepada kita semua agar senantiasa memposisikan dan melaksanakan program ini dengan baik. karena ini benar-benar sangat penting kaitannya dengan masa depan anak dan kondisi masyarakat kabupaten Pasangkayu,” ujarnya.
Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Hj Fitriani, saat diwawancarai mengungkapkan, PIN Polio merupakan program Nasional dalam memberantas penyakit polio yang sering menyerang anak-anak dari usia 0 hingga 7 Tahun (Thn).
“Pentingnya penanganan polio ini untuk melindungi anak-anak kita,” ucapnya.
Fitriani juga mengungkapkan, sebagai bidang yang menangani, ia akan segera melakukan penanganan dengan melakukan launching dengan mengumpulkan anak-anak balita sari 0 hingga 7 Tahun selama Seminggu untuk diberikan polio tetes manis.
“Tanggal 23 Juli kami akan launching pemberian polio tetes manis kepada anak-anak kita, dan bila tidak mencapai 95%, maka kami akan lakukan sweeping pendataan agar anak kita semuanya bisa mendapatkan polio tetes manis,” jelasnya.
Fitriani tidak lupa menyampaikan dan mengajak masyarakat agar jangan takut membawa anak-anaknya untuk diberikan polio.
“Ayok imunisasi, 2 tetes polio manis untuk mencegah terjadinya polio kepada anak kita,” pungkasnya.
Laporan : Habir Injaya
Editor : Edison








