PLN Bahas Pemadaman Bergilir dengan Pemprov Sulbar

WA Channel

SulbarKini.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan Manager PT PLN (Persero) UP3 Mamuju, M. Fauzan, untuk membahas pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Barat dalam sepekan terakhir.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (3/9/2026), dihadiri Sekda Sulbar Junda Maulana dan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulbar, Bujaeramy Hassan.

Manager PLN UP3 Mamuju, M. Fauzan, menjelaskan pemadaman bergilir dilakukan akibat adanya pemeliharaan sejumlah fasilitas ketenagalistrikan dan infrastruktur pada sistem kelistrikan Sulawesi bagian selatan.

Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya pasokan daya sehingga PLN harus melakukan pengaturan beban secara bergilir untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

“Kami menyadari bahwa pemadaman bergilir ini sangat memberatkan masyarakat dan dunia usaha. Namun, ini adalah langkah optimal yang kami ambil untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan secara keseluruhan,” ujar M. Fauzan.

Menurutnya, PLN telah mengaktifkan sejumlah pembangkit cadangan untuk menambah pasokan listrik dan mengurangi durasi pemadaman.

“Kami terus berupaya maksimal agar kondisi pasokan segera pulih normal,” katanya.

PLN juga berkomitmen terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Dinas ESDM untuk menyampaikan informasi jadwal pemadaman secara berkala kepada masyarakat.

Sekda Sulbar, Junda Maulana, meminta PLN lebih transparan dan tepat waktu dalam menyampaikan informasi terkait jadwal pemadaman listrik.

“Saya minta agar PT PLN selalu menyampaikan informasi jadwal pemadaman secara transparan dan tepat waktu kepada masyarakat. Dengan informasi yang jelas, masyarakat dapat melakukan antisipasi dan menyesuaikan aktivitasnya selama pemadaman berlangsung,” kata Junda.

Ia juga mengimbau masyarakat Sulawesi Barat agar tetap tenang serta melakukan efisiensi penggunaan listrik untuk membantu mengurangi beban puncak.

“Jangan ada pihak-pihak yang membuat hoaks yang dapat meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan PLN terkait jadwal pemadaman dan langkah penanganan yang dilakukan.

“Kami memahami bahwa pemadaman ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Namun, ini merupakan langkah teknis yang terpaksa dilakukan PLN untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan,” ujar Bujaeramy.

Ia berharap kondisi pasokan listrik di Sulawesi Barat segera kembali normal sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha dapat berjalan seperti biasa.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan komunikasi publik terkait jadwal pemadaman serta mengoptimalkan penggunaan pembangkit cadangan guna meminimalkan dampak terhadap masyarakat.

Pemprov Sulbar melalui Dinas ESDM akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan PLN serta pemerintah daerah dalam mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang terkait ketahanan energi di Sulawesi Barat.

- GNFI Network -