PASANGKAYU, Sulbarkini.com – Komitmen dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitarnya, PT Randomayanh Bintang Delapan (8) yang bergerak dalam bidang tambak Budidaya udang vaname di Desa Randomayanh, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), salurkan 3 program Corporate Social Responbility (CSR), Jumat (29/3/2024).
Kegiatan ini diserahkan langsung direktur PT Randomayang bintang 8 Herman Wijaya dengan disaksikan Bendahara PT Randomayang Bintang 8 Hady Fongiman dan Kepala Desa (Kades) Randomayamg Ahmad Kharli.
“Ada 3 program CSR, diantaranya penyerahan 51 sak semen ke pondok Pesantren dan penyerahan santunan untuk 25 orang anak santri dan 2 orang santriwati yayasan Hidayatullah, pembagian sembako ke 250 rumah warga serta bantuan ke rumah ibadah berupa pembangunan Masjid,” ungkap Direktur PT Randomayang Bintang 8, Herman Wijaya, kepada media ini.
Herman Wijaya juga menuturkan, untuk saat ini PT Randomayang bintang 8 telah beroperasi dan panen selama 2 Siklus, dimana Siklus pertama masih gaga panenl dan siklus ke-2 sudah berhasil namun harga udang vaname anjlok.
“Meskipun belum menghasilkan, namun tidak menyurutkan niat untuk berbagi melalui program CSR,” tuturnya.
Lebih jauh Herman Wijaya mengungkapkan, awalnya PT Randomayang bintang 8 hanya memiliki 12 kolam, namun saat ini sudah mencapai 22 kolam.
“Sudah ada 22 kolam, namun yang beroperasi (terisi) budidaya udang vaname saat ini baru 12 kolam,” jelasnya.
Sementara itu salah satu warga penerima sembako, Jais, mengungkapkan perasaan senangnya usai menerima paket sembako.
“Alhamdulillah, saya sangat senang pak dan ini baru pertama kali saya mendapatkan bantuan. Semoga PT Randomayang Bintang 8 semakin jaya kedepannya,” ucapnya.
Ditempat yang sama, Kades Randomayang Ahmad Kharli, mengungkapkan apresiasinya terhadap PT Randomayang Bintang 8.
“Semoga kedepannya yang tadinya 250 paket akan meningkat lagi,” harapnya.
Lelaki yang akrab disapa Palli ini juga berharap, agar para pengusaha tambak Budidaya udang vane lainnya yang beroperasi di Desanya dapat mengikuti sistem dan keterbukaan seperti PT Randomayang Bintang 8.
“Saya berharap Perusahaan tambak yang beroperasi di Desa Randomayang menjadikan contoh PT Randomayang Bintang 8,” pungkasnya. (Eds)








