Resmi Beroperasi, Bupati Mamuju Harap Pasar Ramadhan Pacu Ekonomi Masyarakat

Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi mengunjungi pelaku usaha kuliner di pasar Ramadhan, di Jalan Ahmad Kirang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin 4 April 2022.
WA Channel

SulbarKini, Mamuju – Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi meresmikan pasar Ramadhan di Jalan Ahmad Kirang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin 4 April 2022.

Di pasar ini, puluhan pedagang menjajakan berbagai aneka takjil makanan tradisional dan minuman selama bulan Ramadhan.

Sutinah mengatakan, Pemkab Mamuju yang didukung sejumlah partisipan menyediakan berbagai aneka takjil. Selain itu, aneka kebutuhan pokok hingga pakaian, serta kosmetik juga tersedia. Dijajakan oleh 77 pelaku UMKM.

“Bahkan kegiatan yang kita rencanakan hingga 20 hari ke depan, menghadirkan live musik dari komunitas musik Mamuju Mamuju Musician Community (MMC, red),” kata Sutinah, dalam sambutannya.

Ia berharap adanya pasar Ramadhan, bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Hal ini kita lakukan dengan harapan geliat perekonomian masyarakat bisa kembali berjalan,” ucap Sutinah.

Tambahnya, “Sembari menghadirkan sarana rekreasi keluarga yang lebih keren, lewat balutan kearifan lokal yang menjadi tradisi kita selama ini,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Ketua II Bidang Pendistribusian Baznas Provinsi Sulbar, Firman sangat mengapresiasi pasar Ramadhan yang digelar Pemkab Mamuju.

Olehnya, Baznas Provinsi Sulbar turut berpartisipasi. Bekerjasama dengan toko Mitra Tani dan Dinas Ketahanan Pangan Mamuju (Ketapang), mereka menyediakan minyak goreng bersubsidi.

“Kami subsidi minyak gorengnya 1.000 liter. Rp 3.000 per liternya kita subsidi. Minimal turun dari harga di pasaran,” tandas Firman.

Salah seorang pedagang, Muhiddin mengaku bersyukur karena Pemkab Mamuju menyediakan tempat untuk menjual berbagai macam takjil buka puasa. Meski ia menyewa selama sebulan.

“Kalau yang pakai listrik ada alatnya seperti mikser bayar Rp 300 ribu. Sedangkan kalau tidak ada hanya membayar Rp 200 ribu,” ungkapnya.

Di hari pertama pasar Ramadhan, masyarakat memadati pasar tersebut guna berburu takjil. Disebabkan di sana banyak sekali pilihan menu buka puasa yang beragam dengan harga yang terjangkau. (Awal Dion/red).

- GNFI Network -