
Sulbar Kini, Mamuju – Kondisi Dahlia (35) yang hidup pas-pasan di rumah tak layak huni bersama putranya telah memantik banyak simpatisan.
Salah satunya dari Kementerian Sosial melalui UPT Sentra Nipotowe Palu. Didampingi Dinas Sosial Mamuju, mereka menyambangi rumah Dahlia di Lingkungan Sese Selatan, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu 25 Mei 2022.
Dalam kunjungan itu, rombongan menyerahkan pelbagai bantuan. Di antaranya perlengkapan salat, sembako, pakaian, kelambu, dan tikar. Selain itu, mereka pun memberikan bantuan peralatan dapur berupa belanga, piring, gelas, dan rak penirisan.
“Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan melalui Sentra Nipotowe Palu bisa bermanfaat dan berkah buat ibu Dahlia, sehingga bisa terbantu kondisi ekonominya yang pas-pasan,” kata Pekerja Sosial Ahli Muda Sentra Nipotowe Palu, Siti Maria.
Bantuan itu, kata dia, mengucur atas instruksi Kementerian Sosial melalui UPT Sentra Nipotowe Palu berkolaborasi dengan Dinas Sosial Mamuju. Dalam kegiatan itu, Dinsos Mamuju diwakili Kepala Bidang Perlindungan, Jaminan Sosial (Linjamsis) Dinas Sosial Mamuju, Irayanti.
“Alhamdulillah bantuan ini atas atensi dari Kementerian Sosial untuk membantu kebutuhannya ibu Dahlia, melalui kebutuhan dasar yang kami berikan,” ungkapnya.
Selain itu, kata Siti Maria, UPT Sentra Nipotowe Palu juga akan memberikan bantuan modal usaha kepada Dahlia. Penyalurannya setelah rumah Dahlia direnovasi oleh Lembaga Kerukunan Luwu Raya (KKLR) Sulbar bersama Yayasan Komunitas Sahabat Madani.
“Kerukunan Keluarga Luwu Raya Sulbar bersama Yayasan Sahabat Madani akan membangunkan rumah ibu Dahlia yang lebih layak huni,” tutunya.
Dahlia bersyukur dan berterima kasih kepada donatur yang telah memberikan bantuan kepadanya.
“Alhamdulillah saya berterima kasih atas bantuan yang diberikan kepada saya,” ucap Dahlia.
Dahlia tinggal di rumah tak layak huni berukuran 3×2 meter. Dindingnya terbuat dari sisa potongan kayu dan pelepah sagu yang sudah lapuk.
Dahlia melapisinya dengan baliho bekas agar tak terkena hujan dan panas matahari.
Dindingnya terbuat dari sisa potongan kayu dan pelepah sagu yang sudah lapuk. Dahlia melapisinya dengan baliho bekas agar tak terkena panas dan rembesan hujan.
Mengatapi rumahnya, Dahlia menggunakan anyaman daun rumbia. Itupun kondisinya sudah usang sehingga air hujan dapat menerobos masuk melalui sela-sela atapnya yang reput.
Di dalam rumah, tak ada peralatan mewah. Hanya tirai yang membatasi ruangan dapur dengan tempat tidurnya. Randa tersebut menggunakan tikar plastik sebagai alas tidurnya. (Awal Dion/Red)








