PASANGKAYU, Sulbarkini.com — Sekretaris Daerah Kabupaten Pasangkayu, Muh. Zain Machmoed, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan ASN Digital (MY ASN, DMS, dan ASN Karier). Senin 20/4/2026
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar, Nanang Subandi, S.Kom., M.MSI., Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pasangkayu, Moh. Azis, S.H., beserta jajaran, Arsiparis Madya (Kapokja SIDIGI) Kantor Regional IV BKN Makassar, Mohammad Rofiq Amri, S.STP., M.Si., serta para kepala subbagian kepegawaian perwakilan dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pasangkayu.
Dalam sambutannya, Muh. Zain Machmoed menegaskan bahwa transformasi digital saat ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
“Pemerintah terus mendorong penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik, termasuk dalam manajemen Aparatur Sipil Negara,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga menyangkut perubahan pola pikir dan budaya kerja ASN.
“ASN harus mampu bertransformasi menjadi sosok yang kreatif dan adaptif,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam aplikasi ASN Digital terdapat berbagai layanan, baik layanan individu ASN maupun layanan manajemen ASN, termasuk MY ASN, DMS, dan ASN Karier yang telah digunakan oleh para ASN.
“Melalui aplikasi ASN Digital, kita diharapkan mampu mengelola data kepegawaian secara lebih efektif, transparan, dan akuntabel,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan bimbingan teknis ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi ASN, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan pemahaman terkait penggunaan layanan ASN Digital,” katanya.
Ia juga berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diimplementasikan di unit kerja masing-masing.
“Sehingga dapat mendukung terwujudnya ASN yang profesional, adaptif, dan berintegritas,” tutupnya. (Ar)








