Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru, 18 Siswa Pasangkayu Diberangkatkan ke Mamuju

WA Channel

PASANGKAYU, SULBARKINI.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasangkayu melalui Dinas Sosial memberangkatkan 18 siswa untuk mengikuti program Sekolah Rakyat Terintegrasi di Provinsi Sulawesi Barat yang berlokasi di Mamuju.

Para siswa tersebut merupakan anak dari keluarga kategori miskin dan miskin ekstrem yang sebelumnya telah melalui proses verifikasi dan seleksi oleh Dinas Sosial Kabupaten Pasangkayu.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pasangkayu, Muhammad Riski, saat ditemui di Kantor Dinas Sosial Pasangkayu, Selasa (8/9/2026).

Riski menjelaskan, ke-18 siswa yang diberangkatkan terdiri atas tiga siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), 11 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan empat siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Sebelumnya ada 38 calon peserta yang mendaftar. Setelah melalui proses verifikasi dan seleksi, yang memenuhi syarat dan diberangkatkan sebanyak 18 siswa,” ujar Riski.

Dimana para siswa tersebut telah dilepas dan diberangkatkan menuju Mamuju pada 6 September 2026. Mereka kemudian mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai bagian dari proses awal mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Peserta yang terpilih berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Pasangkayu. Kecamatan Pasangkayu menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni enam siswa. Ungkap Riski

Dari latar belakang para peserta juga cukup beragam. Sebagian masih aktif bersekolah, sementara lainnya pernah mengalami putus sekolah, bahkan ada yang belum pernah mengenyam pendidikan formal.

“Program ini memang ditujukan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak,” Ujarnya

Ia menjelaskan, salah satu persyaratan utama untuk mengikuti program Sekolah Rakyat adalah berasal dari keluarga kategori miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Riski berharap seluruh siswa yang telah diberangkatkan dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, merasa nyaman selama mengikuti proses pendidikan, serta memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal.

“Kami berharap mereka bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan pendidikan dan kualitas hidupnya di masa depan,” ujarnya.

Selain memberangkatkan peserta, Dinas Sosial Pasangkayu juga berharap program Sekolah Rakyat dapat segera hadir di Kabupaten Pasangkayu. Dengan demikian, lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa harus menempuh pendidikan di luar daerah.

Menurut Riski, rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pasangkayu hingga saat ini masih terkendala ketersediaan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan sekolah.

“Kami berharap persoalan lahan ini dapat segera menemukan solusi, sehingga Sekolah Rakyat juga bisa hadir di Pasangkayu dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Hr)

- GNFI Network -