Senjata Pembunuh Pasutri di Mamasa Masih Misterius, Pelaku Pun Diduga Lebih dari Satu

Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Syamsu Ridwan/Saharuddin Nasrun
WA Channel

Sulbar Kini, Mamasa – Polisi masih menyelidiki alat atau senjata yang digunakan pelaku saat menghabisi nyawa pasangan suami istri (pasutri) di Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Hal itu disebabkan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak ditemukan alat bukti yang digunakan pelaku menganiaya Pore Padang (54) dan istrinya Sabriani (50) hingga tewas.

Polisi hanya mengamankan barang bukti berupa telepon genggam dan pakaian yang dikenakkan korban saat kejadian.

“Belum tahu karena di TKP tidak ada. Kami tidak menemukan barang bukti tersebut. Barang bukti itu dibawa oleh pelaku,” ujar Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Syamsu Ridwan, Rabu (10/8/22).

Berdasarkan hasil autopsi, keduanya tewas akibat luka serius di bagian kepala yang disebabkan oleh hantaman sebuah senjata.

Pore Padang menderita luka robek dan luka terbuka di bagian kepala serta luka robek di pelipis sebelah kiri. Sementara sang istri mengalami luka menganga atau bocor di kepala.

Dari jejak luka itu, kata Syamsu Ridwan, penyidik menduga serangkaian bekas luka itu dihasilkan oleh senjata tajam dan benda tumpul. Mengenai jenis senjata, ia enggan berspekulasi.

“Kami belum tahu, yang jelas berupa alat tajam dan tumpul karena ada luka sobekan dan luka benda tumpul. Begitu juga luka anak korban, Marvel,” sebutnya.

Meski jenis senjata belum terdeteksi, luka korban justru menguak hipotesis baru. Dari analisa luka yang bersarang di tubuh korban, penyidik menduga aksi pembunuhan itu tidak dilakukan oleh satu pelaku saja.

“Luka benda tajam sekaligus benda tumpul ini, dugaan kami ada kemungkinan pelaku lebih dari satu,” pungkas Syamsu Ridwan.

- GNFI Network -