Mamuju, SULBARKINI.com – Menjelang lebaran Idul Adha 2024, Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin, memantau harga-harga di pasar tradisional Mamuju, Senin, 10 Juni 2024.
Dalam kunjungannya, Pj Bahtiar lebih banyak berbincang dengan para pedagang eceran, mulai dari penjual daging, ikan, hingga ayam. Kekhawatiran Pj Bahtiar muncul karena biasanya beberapa komoditas cenderung mengalami kenaikan menjelang lebaran.
Namun, saat ini harga komoditas di pasar masih relatif stabil. Hal ini disampaikan oleh salah satu pedagang eceran, Jamaluddin, saat berdialog dengan Pj Bahtiar.
“Harga masih relatif stabil seperti telur, tidak ada kenaikan. Begitu pun komoditas lainnya, masih aman,” kata Jamaluddin.
Jamaluddin menjelaskan bahwa bahan pokok yang dijual berasal dari Enrekang, Sidrap, hingga Malino, Sulawesi Selatan.
“Semua bahan pokoknya dari luar. Sehari biasanya terjual sekitar 10 kilogram,” ucapnya.
Sementara itu, pedagang daging H. Sanur mengungkapkan bahwa harga daging saat ini belum mengalami kenaikan, masih berada di angka Rp130 ribu per kilogram.
“Biasanya naik jadi Rp140 ribu jelang lebaran, tapi saat ini masih stabil di harga Rp130 ribu. Sapi yang kami jual ini dari Malunda, Majene,” ujarnya.
Pj Gubernur Bahtiar menyampaikan bahwa pengecekan komoditas ini dilakukan setiap minggu, apalagi sekarang menjelang hari Idul Adha.
“Kita lihat ketersediaan komoditas seperti daging, telur, ayam, sayur, cabai, dan bahkan ikan, harganya normal semua. Stoknya juga banyak,” kata Pj Bahtiar.
Ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah memastikan seluruh masyarakat Sulbar terlayani dengan baik. Pendekatan pelayanan harus menjangkau Kecamatan.
“Ada kios mitra Bulog, ini harus diperbanyak terutama di Kecamatan. Saya akan evaluasi, minggu ini harus digerakkan kios mitra bersama Pemprov dan Bulog,” tegasnya.
Pj Bahtiar juga menggalakkan peningkatan produksi bahan pokok di Sulbar.
“Banyak bahan pokok yang kita dapatkan dari luar, padahal kita juga mampu memproduksi sendiri. Lahan kita juga kurang lebih sama. Jadi sebisa mungkin diproduksi di sini, kita dorong peningkatan produksi lokal,” tandasnya.
(*)








