Sosok Mamat, Bek Berbakat dari Sosso Ingin Bela Sulbar di PON

WA Channel

POLMAN – Perjalanan menjadi pesepakbola tidak selalu berjalan mulus.

Hal itu dialami Mamat, pemain muda asal Dusun Sosso, Desa Saragian, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, yang kini mulai dikenal sebagai salah satu bek tengah potensial di Sulawesi Barat.

Lahir pada 15 April 2003, Mamat mulai menekuni sepak bola sejak usia 14 tahun.

Pada awal perjalanan kariernya, ia sempat mengikuti latihan bersama di Lapangan Merdeka Pasangkayu dengan harapan bisa dilirik oleh pemandu bakat.

Meski menunjukkan semangat dan kerja keras, saat itu namanya belum berhasil menarik perhatian pelatih maupun pencari bakat.

Namun kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah.

Anak ketiga dari Pasangan Hasri dan Jama ini, justru terus berlatih dan mengasah kemampuannya demi mewujudkan cita-cita sebagai pesepakbola.

Sekembalinya ke Polewali Mandar di tahun 2022-2023, Mamat mulai memperkuat sejumlah klub lokal.

Perlahan namanya dikenal berkat penampilan konsisten sebagai bek tengah yang disiplin, tangguh, serta memiliki kemampuan membaca permainan dengan baik.

Kariernya kemudian berkembang hingga mendapat kesempatan memperkuat beberapa klub, termasuk Garuda Mombi.

Berdasarkan data Asprov PSSI, Mamat tercatat pernah membela Garuda Mombi dalam ajang Liga 4 Indonesia.

Selain itu, ia juga pernah memperkuat Persikal dan tampil di Stadion Gelora Djiwa Pasangkayu.

Salah satu momen yang masih dikenang adalah ketika dirinya mencetak gol melalui tendangan salto, sebuah gol spektakuler yang menunjukkan kemampuannya tidak hanya bertahan, tetapi juga memberi kontribusi di lini serang.

Saat ini Mamat membela Bonde FC dengan nomor punggung 3.

Pemain yang mengidolakan legenda Real Madrid, Sergio Ramos, itu dikenal mampu menggunakan kedua kaki dengan baik serta memiliki karakter bermain yang berani dan penuh semangat.

Tidak hanya berkiprah di Sulawesi Barat, Mamat juga telah mencicipi sejumlah turnamen antar kampung (tarkam) di Kalimantan.

Pengalaman tersebut menambah jam terbang dan membentuk mental bertandingnya menghadapi berbagai karakter permainan.

Di balik pencapaiannya saat ini, Mamat mengaku masih memiliki mimpi besar yang ingin diwujudkan, yakni membela Sulawesi Barat di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Kesempatan bermain di PON adalah impian semua pemain. Saya berharap suatu saat bisa mendapat kesempatan bermain di sana,” ujar Mamat, kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

Mimpi itu dinilai masih sangat realistis. Pasalnya, PON XXII akan digelar pada tahun 2028 dengan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tuan rumah bersama.

Dengan usia yang masih relatif muda dan performa yang terus berkembang, Mamat memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan tempat di skuad sepak bola Sulawesi Barat apabila mampu menjaga konsistensi permainan dan terus meningkatkan kualitasnya.

Berasal dari pelosok Dusun Sosso, Desa Saragian, tidak pernah mematahkan semangat Mamat untuk terus berkembang.

Demi mengikuti latihan, ia bahkan rela menempuh perjalanan jauh menggunakan sepeda motor menuju wilayah Mombi.

Menurutnya, dukungan dari para pelatih dan senior di Polewali Mandar menjadi salah satu faktor yang membuat dirinya terus termotivasi untuk berkembang.

“Para senior dan pelatih di Polman sangat baik. Mereka selalu mendukung pemain-pemain muda agar terus berkembang,” katanya.

Perjalanan Mamat menjadi bukti bahwa kesempatan tidak selalu datang sejak awal.

Pernah tidak dilirik saat berlatih di Pasangkayu, ia memilih menjawab keraguan dengan kerja keras dan konsistensi di lapangan.

Kini, pemain muda dari pelosok Saragian itu perlahan mulai menemukan panggungnya sendiri.

Dengan semangat pantang menyerah, dan mimpi besar membela Sulawesi Barat di PON 2028, Mamat terus melangkah mengejar cita-citanya di dunia sepak bola.

- GNFI Network -