PASANGKAYU, SULBARKINI.COM – Harapan warga Desa Saptanajaya, Kecamatan Doripoku, Kabupaten Pasangkayu, untuk menikmati akses air bersih berubah menjadi kekecewaan. Proyek peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan tahun anggaran 2023 yang menelan anggaran Rp2,79 miliar hingga kini belum berfungsi sebagaimana mestinya.
Proyek yang berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pasangkayu tersebut disebut belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Instalasi dan tandon air yang telah dibangun hingga memasuki 2026 belum mampu mengalirkan air ke rumah-rumah warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada 2023 Desa Saptanajaya mendapatkan pembangunan satu titik SPAM dengan nilai anggaran mencapai Rp2,79 miliar. Program tersebut ditujukan untuk menyediakan fasilitas air bersih bagi ratusan rumah warga.
Namun, kondisi di lapangan justru menunjukkan fasilitas yang telah dibangun belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Salah seorang warga Desa Saptanajaya, Paidi, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia mengatakan, warga sempat menyambut baik pembangunan SPAM karena berharap kebutuhan air bersih dapat terpenuhi.
“Awalnya kami senang sekali, tapi sampai sekarang cuma jadi pajangan. Terkesan gagal karena belum berfungsi sama sekali. Alasannya tidak jelas, seperti hanya dikerjakan asal jadi saja,” ujar Paidi dengan nada kecewa.
Menurut warga, tidak berfungsinya fasilitas SPAM tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan dan keberlanjutan program. Mereka berharap pemerintah segera melakukan evaluasi serta mencari solusi agar fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran miliaran rupiah tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Saptanajaya, Lalu Sakaria, menyayangkan kondisi proyek air bersih tersebut. Terlebih, kondisi musim kemarau membuat sebagian warga semakin kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
“Untungnya kemarin saya tidak memberikan rekomendasi penerimaan pekerjaan, meskipun saya agak sedikit dipaksa. Pada intinya, saya menyayangkan proyek air bersih untuk warga saya ini tidak berlanjut. Sekarang sudah kita rasakan, warga sulit mendapatkan air bersih,” ujar Lalu Sakaria selaku Kades Saptanajaya saat ditemui di kediamannya, Sabtu (22/8/2026).
Ia berharap persoalan tersebut mendapat perhatian pemerintah agar fasilitas SPAM yang telah dibangun dapat segera difungsikan dan memberikan manfaat sesuai tujuan pembangunan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek terkait penyebab SPAM tersebut belum berfungsi secara optimal. (Red)








