Mamuju, SULBARKINI.com – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mamuju, Iksan Lasami, menanggapi terkait kisah lima anak yatim piatu bersaudara yang tinggal dan dirawat oleh kakek dan neneknya dengan kondisi seadanya di Dusun Saludango, Desa Sondoang, Kecamatan Kalukku.
“Kami baru mengetahui jika ada hal seperti itu karena tidak ada informasi dari pemerintah setempat dalam hal ini kepala desa,” kata Iksan Lasami saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (6/4/2023).
Iksan menyebutkan, pihaknya akan turun langsung melakukan assesmen untuk mengetahui secara pasti apa-apa yang menjadi kebutuhan mereka.
“Kita akan assesmen terlebih dahulu dan apa yang menjadi kebutuhan mereka,” imbuhnya.
Dia berharap pihak Balai Kementerian Sosial juga turun langsung meninjau kondisi kelima anak yatim piatu yang tinggal bersama kakek dan neneknya di gubuk reyot dengan kondisi serba keterbatasan tersebut.
“Kalau kita hanya sebatas memberikan bantuan sembako dan keperluan lainnya, itu pun terbatas. Kita berharap pihak balai (Kementerian Sosial) memberikan bantuan, termasuk modal usaha untuk kelangsungan [hidup] mereka,” tutur Iksan.
Sebelumnya diberitakan, lima anak yatim piatu bersaudara tinggal dan dirawat kakeknya Badurasi (60) dan neneknya Musniati (61) di gubuk sederhana di sebuah lahan perkebunan milik warga.
Mereka bertujuh tinggal di gubuk berukuran 2×3 meter persegi dengan kondisi seadanya tanpa kasur, dinding, dan alat penerang listrik.
Ketua Relawan Merah Putih Kalukku, Marhama mengatakan, kondisi kelima anak yatim piatu serta kakek dan neneknya itu terbilang sangat miris dan memprihatinkan. Mereka sudah bertahun-tahun tinggal di gubuk yang kondisinya tak layak huni.
Marhama menyebutkan, mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menggarap lahan milik warga lain untuk ditanami sayuran dan jagung.
“Dari hasil sayuran yang ditanam, dia belikan beras untuk kebutuhan sehari-harinya,” kata Marhama kepada Sulbar Kini, Kamis (6/4/2023).








