Mamuju, SULBARKINI.com – Menjelang hari raya Iduladha, lalu lintas hewan ternak ke Balikpapan, Kalimantan Timur, melalui Pelabuhan Simboro Mamuju kembali meningkat.
Sebelumnya, Karantina Pertanian Mamuju melakukan pemeriksaan terhadap 211 ekor sapi yang hendak dikirim ke Balikpapan. Saat pemeriksaan tersebut, ditemukan 2 ekor sapi positif terjangkit Trypanosomosis atau parasit darah.
Dokter Hewan di Karantina Pertanian Mamuju, I Gusti Bagus Ari Purwanda, menuturkan dua ekor sapi yang positif Trypanosoma itu ditemukan saat pejabat Karantina Pertanian Mamuju melakukan pemeriksaan di kandang yang berada di bawah pengawasan Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kabupaten Majene.
“Di lokasi tersebut kami melakukan pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel darah untuk pengujian Brucellosis dan Trypanosoma, setelah dilakukan pengujian berupa ulas darah di laboratorium ternyata ditemukan 2 sampel darah yang terjangkit Trypanosoma,” ujar Gusti melalui keterangan tertulis, Jumat (19/5/2023).
Menurut dia, Trypanosoma pada sapi merupakan masalah serius sehingga dua ekor sapi yang terjangkit tidak diseberangkan ke Balikpapan.
“Trypanosoma adalah parasit yang menyebar melalui gigitan lalat tsetse dan menyebabkan penyakit Trypanosomosis pada sapi, seringkali menunjukkan gejala seperti kelesuan, demam, dan penurunan nafsu makan serta cenderung kehilangan berat badan,” jelas dia.
“Selanjutnya kedua sapi tersebut kita tolak keberangkatannya, kemudian untuk selanjutnya kita koordinasikan ke dinas setempat agar dilakukan pengawasan terhadap ternak yang sakit tersebut. Sedangkan untuk sapi yang lain layak untuk berangkat,” imbuh Gusti.
Karantina 14 Hari
Kepala Karantina Pertanian Mamuju Agus Karyono menyebutkan pengiriman hewan ternak melalui Pelabuhan Mamuju akan mengalami lonjakan menjelang Iduladha.
Sapi-sapi yang akan diseberangkan ke Balikpapan melalui kapal feri itu dikarantina selama 14 hari di Instalasi Karantina Hewan (IKH) milik Karantina Pertanian Mamuju.
“Pengiriman sapi melalui Pelabuhan Mamuju akan mengalami lonjakan jelang Iduladha. Sebelum dikirim, seluruh sapi harus dikarantina 14 hari, oleh karena itu, kita harus pastikan kesiapan IKH,” kata Agus Karyono.
“Hasil monitoring dan diskusi dengan pengguna jasa selanjutnya akan kita tindaklanjuti demi mencegah keluar dan tersebarnya HPHK di daerah tujuan serta tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang optimal,” pungkasnya. []



