
SulbarKini, Mateng – Pemkab Mamuju Tengah (Mateng) melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Rencana Aksi Daerah (RAD), Kabupaten Layak Anak (KLA), di aula kantor Bupati Mateng, Senin 22 Februari 2022.
Kegiatan itu dilaksanakan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Sekkab Mateng, Askary mengatakan, pengembangan KLA merupakan sistem kerja kolaborasi. Harus terjalin sinergitas terhadap seluruh elemen governmen mau pun non govermen untuk mewujudkan hal tersebut.
“Kita harus mampu mendorong peran masyarakat, pemerintah, instansi vertikal maupun instansi pemerintah daerah, camat dan pemerintah desa, untuk bersama-sama bersenergi menciptakan pengembangan KLA,” kata Askary.
Ia menambahkan, angka KLA Mateng masih berkisaran di angka 390. Sementara nilai standar penilaian sekira 600. Tentu, kata dia, perolehan saat ini masih butuh ditingkatkan.
“Tentu peran dan tugas kita masih banyak. Karena itu kita harus siapkan kebijakannya dan kebutuhannya,” imbuhnya.
Askary menambahkan, guna mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, pemerintah harus membangun karakteristik masyarakat terlebih dulu. Salah satu upayanya dengan mulai menatanya sejak dari anak-anak.
Sehingga, kata dia, jika pengembangan SDM anak saat ini tidak maksimal, maka generasi selanjutnya pun akan sulit untuk berkontribusi.
“Karena itu, sekali lagi saya tegaskan bahwa kita semua harus punya peran. Semua sektor, semua stekholder, dan semua OPD,” pungkasnya. (Adv/Red)








