
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, memandang Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat perekonomian Indonesia yang memiliki potensi kekayaan intelektual (KI) yang sangat tinggi.
Demi terus mendorong kreativitas dan pemanfaatannya secara komersial, Kementerian Hukum dan HAM menjemput bola untuk mengatasi permasalahan hak KI yang berpotensi menghambat pelindungan dan pemanfaatan KI melalui kegiatan Yasonna Mendengar di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Makassar menjadi wilayah yang paling banyak menyumbang permohonan kekayaan intelektual di antara kota lain di Sulawesi Selatan. Sementara itu secara nasional, Sulsel berada di urutan sembilan besar dan paling tinggi di seluruh Sulawesi,” ujar Yasonna.
Turut hadir pada kesempatan ini Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat Faisol Ali, Kepala Divisi Pemasyarakatan Robianto, dan Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Alexander Palti.
Kakanwil Faisol Ali mendukung Yasonna Mendengar yang hadir di Makassar Sulawesi Selatan. Hal tersebut beriringan dengan pencapaian pencatatan Kekayaan Intelektual di Sulawesi Barat yang mencapai 136% di tahun 2021. Kakanwil Faisol Ali mengapresiasi jajaran yang telah bekerja keras meningkatkan Kekayaan Intelektual di Sulawesi Barat.
Lewat acara ini, Yasonna berdialog langsung dengan 200 lebih anggota komunitas, dinas kota/provinsi di Sulsel, mahasiswa, serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Semoga DJKI Kemenkumham dapat membuat regulasi dan kebijakan yang berpihak pada kreator dalam melindungi dan mengkomersilkan produk kekayaan intelektual mereka,” tambah Yasonna.
Yasonna Mendengar merupakan wujud dukungan pemerintah untuk senantiasa memperbaiki dan memperbaharui regulasi serta pelayanan publik terkait KI agar tetap relevan dengan kemajuan zaman.
Melalui kegiatan ini, Kemenkumham berharap pintu komunikasi antara pemerintah dengan para pemangku kepentingan dan masyarakat dalam hal pemanfaatan sistem KI di wilayah terbuka lebih lebar.
Dalam kesempatan yang sama itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat, Faisol Ali saat menghadiri kegiatan itu secara langsung (Yasonna Mendengar) menyampaikan dukungannya atas penyelenggaraan kegiatan itu.
“Semoga pelaksanaan kegiatan ini dapat memotivasi para pelaku UMKM dan para kreator untuk terus termotivasi mendaftarkan kekayaan intelektual yang dimiliki” tuturnya
Ia juga meyakini, penyelenggaraan kegiatan ini akan memberikan dampak kepada masyarakat dalam rangka mewujudkan peningkatan KI di Indonesia








