SULBARKINI.COM, MAMASA – Sebuah kabar mengkhawatirkan datang dari Dusun Salubue, Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).
Seorang pemuda bernama Nompo (18) dilaporkan hilang setelah berangkat menuju pondok kebunnya sejak Sabtu, 25 Oktober 2025.
Nompo terakhir terlihat oleh ayah kandungnya di pondok kebun pada Sabtu sore. Setelah waktu tersebut, Nompo tak lagi kembali ke rumah, memicu kepanikan keluarga dan warga.
Menyikapi insiden ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa langsung bertindak.
Kepala BPBD Mamasa, Gusti Hermiawan, membenarkan laporan kehilangan ini dan menekankan bahwa tim gabungan sudah diterjunkan.
“Sudah ada Timsar gabungan di lokasi, kita juga sudah laporkan ke Basarnas,” ujar Gusti Hermiawan saat dikonfirmasi.
Kronologi dan Ciri-ciri Korban
Nompo, lahir 04-06-2007, terakhir kali terlihat mengenakan baju hitam lengan pendek celana panjang hoyam.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat di sekitar Desa Bombong Lambe dan Desa Rantepuang, khususnya yang memiliki kebun di area tersebut, untuk segera melapor jika menemukan jejak atau melihat korban dengan ciri-ciri tersebut,” kata Gusti Hermiawan.
Pencarian awal yang dilakukan mandiri oleh warga dan keluarga sejak Nompo tak kembali belum membuahkan hasil. Dengan dilibatkannya tim gabungan.
Diharapkan titik terang mengenai keberadaan Nompo dapat segera ditemukan. Hingga saat ini proses pencarian masih terus berlangsung.
Dugaan sementara, Nompo diduga terseret arus sungai. “Itu hanya dugaan, kita belum bisa pastikan, karena itu tadi, terakhir diliat bapaknya pada Sabtu petang,” pungkasnya.








