PASANGKAYU, SULBARKINI.COM — Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Sulawesi Barat tahun 2025 resmi digelar di Hotel Try Sakti, Jalan Fatmawati, Pasangkayu, Sabtu (22/11).
Agenda ini menjadi momentum penting untuk memastikan arah pembinaan sepak bola daerah sekaligus menetapkan tahapan pemilihan Ketua PSSI Sulbar periode 2025–2029.
Kongres dihadiri utusan PSSI pusat Putri Aprilia Utomo, Ketua PSSI Sulbar Agus Ambo Djiwa, Sekretaris Jufri, perwakilan klub anggota, PSSI kabupaten, serta asosiasi AFP, APSSI, dan SBWI.
Dalam sambutannya, Agus Ambo Djiwa menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta kongres dan menegaskan komitmen organisasi dalam membangun sepak bola Sulawesi Barat meski dihadapkan pada berbagai tantangan.
Agus menjelaskan bahwa perubahan kompetisi nasional dari Liga 3 ke Liga 4 menuntut adaptasi bersama. Dia menekankan pentingnya legalitas klub untuk bisa ikut bertanding serta perlunya pembinaan berkelanjutan terhadap wasit dan perangkat pertandingan.
Agus Ambo Djiwa berharap kompetisi di Sulbar kembali hidup sehingga dapat melahirkan pemain-pemain bertalenta seperti pada masa lalu ketika banyak pemain asal Sulbar tampil di Liga 1.
Selain itu, dia juga mengingatkan bahwa kemajuan sepak bola memerlukan kolaborasi antara PSSI dan klub, termasuk dalam urusan pendanaan. Menurutnya, sepak bola adalah industri yang membutuhkan dukungan sponsor agar klub mampu bertahan dan berkembang.
Agus mengajak seluruh klub membina kembali pemain muda dan meneguhkan kebersamaan tanpa tendensi politik demi kemajuan sepak bola Sulbar.
Kongres kemudian memasuki agenda pertanggungjawaban pengurus PSSI Sulbar periode 2021–2025 yang dipaparkan oleh Sekretaris Jufri dan telah disetujui peserta kongres.
Dalam kesempatan yang sama, ditetapkan tahapan pemilihan Ketua PSSI Sulbar masa bakti 2025–2029 yang dijadwalkan pada 20 Desember 2025.
Agus menyatakan dirinya siap kembali maju sebagai ketua, namun menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan voter.
Jufri menegaskan bahwa voter pemilihan mengacu pada statuta PSSI 2019, yakni klub anggota, PSSI kabupaten, serta asosiasi AFP, APSSI, dan SBWI.
PSSI Sulbar saat ini masih menunggu petunjuk dari PSSI pusat terkait polemik pemilik suara agar proses kongres pemilihan berjalan sesuai ketentuan. Sementara itu, lokasi pelaksanaan pemilihan masih menunggu finalisasi.
Kongres juga menetapkan Komite Pemilihan dan Komite Banding yang akan mengawal proses pemilihan.
Komite Pemilihan terdiri dari Herlin, Ruslan, dan Muh Abduh. Adapun Komite Banding terdiri dari Muh Sidiq, Rahmat R, dan Arman Baharuddin.
Mengakhiri rangkaian kegiatan, Agus menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta kongres atas kontribusi mereka dalam berbagai kegiatan PSSI Sulbar selama ini.
Kongres PSSI Sulbar 2025 pun resmi dibuka sebagai awal dari proses pembenahan dan penentuan arah sepak bola Sulawesi Barat ke depan. [As]








